RANCANGAN PRODUK ALAT PEDAGANG ASONGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ERGONOMIC FUNCTION DEPLOYMENT (EFD)
Pedagang asongan adalah pedagang yang melakukan usaha jual beli dengan langsung menawari dan mendatangi konsumen. Jenis dagangan yang dijual beraneka ragam seperti; makanan, minuman, rokok, buku dan mainan anak-anak. Pedagang asongan relatif melakukan cara dagang di sekitar lampu lalu lintas dengan berkeliling menawarkan dagangannya kepada pengendara mobil dan motor. Selain itu ada juga pedagang asongan yang naik turun kendaraan umum untuk menawarkan dagangannya kepada para penumpang. Barang dagangan yang dibawa disimpan pada tas terbuka atau wadah yang dipikul dengan produk yang beraneka ragam. Kondisi sebagian alat asong yang sekarang digunakan adalah hasil rakitan dari beberapa produk, ada juga pedagang asongan yang merancang produk khusus alat asong tetapi tidak mempertimbangkan kenyamanannya.
Masalah yang terjadi pada alat asong saat ini adalah komponen dan rancangan yang berindikasi menyebabkan kelainan pada postur tubuh sehingga dibutuhkan parbaikan bagi alat asong. Perbaikan rancangan alat asong dilakukan berdasarkan identifikasi kebutuhan dari pedagang asongan serta berorientasi pada sikap, dan kebiasaan pedagang. Hasil rancangan alat asong yang baru adalah produk yang memiliki dimensi berdasarkan ilmu antropometri, rekomendasi beban dari hasil analisis ilmu biomekanika, hingga fitur alat asong yang menghasilkan kondisi produk nyaman, aman, efektif, efisien, dan sehat. Metode yang dapat dilakukan dengan merealisasikan kebutuhan pedagang asongan sehingga menghasilkan produk yang ergonomis adalah EFD (ergonomic function deployment). EFD adalah pengembangan dari quality function deployment dengan menambahkan hubungan baru antara keinginan konsumen dan aspek ergonomi dari produk.
Perbaikan untuk alat asong yang digunakan saat ini menggunakan EFD (ergonomic function deployment) dengan mengintegrasikan keinginan konsumen menjadi rancangan alat yang ergonomis. Perancangan perbaikan alat asong dengan mengubah bentuk strap menyerupai tas backpack dapat membagi beban pada kedua bahu dan bentuk box yang nyaman untuk digunakan. Aspek ergonomi yang digunakan adalah antropometri dan biomekanika. Hasil perhitungan antropometri untuk alat asong disesuaikan dengan pengukuran dimensi tubuh pedagang asongan. Hasil analisis biomekanika merekomendasikan penggunaan alat dapat memperkecil nilai faktor kelelahan jika membagi beban pada 2 strap. Faktor yang lain yang mempengaruhi perancangan alat asong yang ergonomis adalah penentuan posisi, fitur, dan komponen yang mempengaruhi alat asong. Hasil dari rancangan akhir penelitian dapat memberikan gambaran alat yang dibutuhkan dan evaluasi untuk memproses pengembangan produk selanjutnya.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2012).RANCANGAN PRODUK ALAT PEDAGANG ASONGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ERGONOMIC FUNCTION DEPLOYMENT (EFD) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.RANCANGAN PRODUK ALAT PEDAGANG ASONGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ERGONOMIC FUNCTION DEPLOYMENT (EFD) ().Teknik Industri:FTI,2012.Text
MLA Style
.RANCANGAN PRODUK ALAT PEDAGANG ASONGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ERGONOMIC FUNCTION DEPLOYMENT (EFD) ().Teknik Industri:FTI,2012.Text
Turabian Style
.RANCANGAN PRODUK ALAT PEDAGANG ASONGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ERGONOMIC FUNCTION DEPLOYMENT (EFD) ().Teknik Industri:FTI,2012.Text