// <![CDATA[PENENTUAN RUTE KENDARAAN PENGANGKUTAN SAMPAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE NEAREST NEIGHBOUR (STUDI KASUS PD KEBERSIHAN KOTA BANDUNG)]]> Ir. Lisye Fitria, M.T Dosen Pembimbing 2 Arif Imran, S.Si., M.T., PhD Dosen Pembimbing 1 Fatharani Arinalhaq / 13-2008-022 Penulis
Penumpukan sampah merupakan masalah yang sangat mengganggu di kota-kota besar. Saat ini penanggulangan permasalahan sampah yang dilakukan pemerintah adalah dengan mengangkut sampah dari berbagai TPS dan menumpuk sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pengangkutan sampah dari berbagai TPS menggunakan kendaraan pengangkut sampah. Dengan lokasi TPS yang tersebar luas maka muncul permasalahan penentuan rute kendaraan atau Vehicle Routing Problem with Multiple Trips and Intermediate Facility (VRPMTIF). Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menentukan rute kendaraan pengangkutan sampah di Kota Bandung. Salah satu dari penelitian tersebut adalah penentuan rute dengan menggunakan metode Sequential Insertion (Fitria et al, 2009). Penelitian ini akan menentukan rute kendaraan pengangkut sampah dengan menggunakan metode Nearest Neighbour dan membandingkan rute yang dihasilkan dengan rute dari metode Sequential Insertion dilihat dari waktu penyelesaian atau Total Tour Completion Time tersingkat. Perbandingan hasil yang diperoleh menggunakan metode Nearest Neighbour dengan metode Sequential Insertion pada tiga wilayah operasional di Kota Bandung dapat dilihat pada Tabel 1 untuk wilayah Bandung Barat, Tabel 2 untuk wilayah Bandung Tengah dan Tabel 3 untuk wilayah Bandung Timur Perbandingan hasil yang diperoleh menggunakan metode Sequential Insertion dengan metode Nearest Neighbour menunjukkan bahwa rute yang ditentukan dengan metode Nearest Neighbour memiliki Total Tour Completion Time yang lebih singkat dibandingkan dengan rute yang dihasilkan oleh metode Sequential Insertion.