ANALISIS PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DI LANTAI PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE OBJECTIVE MATRIX (OMAX) (STUDI KASUS DI PT. AGRONESIA DIVISI INDUSTRI PLASTIK)
PT. Agronesia Divisi Industri Plastik merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi botol plastik PET dengan berbagai ukuran dan bentuk yang bervariatif. Perkembangan industri yang semakin meningkat mendorong perusahaan harus meningkatkan produktivitasnya agar mampu bersaing dengan perusahaan lain. Tercapai atau tidaknya target produksi dapat menjadi salah satu indikator tingkat produktivitas pada perusahaan tersebut. Kriteria produktivitas yang diukur yaitu rasio konsumsi bahan baku, kerusakan mesin, utilisasi penggunaan mesin, efisiensi bahan baku, konsumsi energi listrik, rasio produk cacat, dan pencapaian produksi terhadap kapasitas jam mesin. Objective Matrix (OMAX) merupakan metode yang dapat digunakan untuk mengukur produktivitas di suatu perusahaan. Metode ini dapat dijadikan alat dalam upaya perbaikan produktivitas di masa yang akan datang. Pengukuran yang dilakukan pada penelitian ini hanya pada stasiun kerja yang memiliki tingkat utilitas tinggi yaitu di mesin injection dan mesin blowing. Hasil pengukuran dari kedua mesin tersebut dapat dilihat pada grafik indikator performansi di bawah ini :
Indikator performansi tertinggi di mesin injection pada Bulan November sebesar 540 dan terendah pada Bulan Februari sebesar 40 serta indikator performansi pada mesin injection memiliki kecenderungan yang meningkat. Indikator performansi terbesar di mesin blowing pada Bulan Juni sebesar 480 dan terendah Bulan Agustus sebesar 155.
Setelah nilai indikator performansi diperoleh, langkah selanjutnya yaitu menganalisis dengan menggunakan fishbone diagram dan memberikan usulan terhadap dua kriteria produktivitas terendah. Kriteria terendah pada mesin injection dan mesin blowing yaitu rasio efisiensi bahan baku dan rasio pencapaian produksi terhadap kapasitas jam mesin. Usulan yang dapat diberikan terhadap kedua rasio tersebut yaitu :
1. Sebaiknya mesin dirawat secara rutin seperti setiap pergantian shift mesin di cek terlebih dahulu keadaan oli di setiap mesin dan keadaan temperaturnya.
2. Agar campuran PET ini memiliki kualitas yang baik, sebaiknya operator yang bertugas mencampur PET tidak melakukan pekerjaan yang merangkap seperti mencampur bahan baku bersamaan dengan mengurusi mesin crusher, agar operator dapat lebih fokus dalam mencampurkan PET sehingga mampu menghasilkan kualitas PET yang baik.
3. Sebaiknya posisi kerja operator diperbaiki dengan cara meninggikan posisi meja keluarnya preform disesuaikan dengan tinggi kursi dan kursi. Selain itu, di mesin blowing tempat penyimpanan botol plastik yang sudah jadi tidak berada di belakang operator tetapi di samping operator.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2012).ANALISIS PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DI LANTAI PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE OBJECTIVE MATRIX (OMAX) (STUDI KASUS DI PT. AGRONESIA DIVISI INDUSTRI PLASTIK) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.ANALISIS PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DI LANTAI PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE OBJECTIVE MATRIX (OMAX) (STUDI KASUS DI PT. AGRONESIA DIVISI INDUSTRI PLASTIK) ().Teknik Industri:FTI,2012.Text
MLA Style
.ANALISIS PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DI LANTAI PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE OBJECTIVE MATRIX (OMAX) (STUDI KASUS DI PT. AGRONESIA DIVISI INDUSTRI PLASTIK) ().Teknik Industri:FTI,2012.Text
Turabian Style
.ANALISIS PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DI LANTAI PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE OBJECTIVE MATRIX (OMAX) (STUDI KASUS DI PT. AGRONESIA DIVISI INDUSTRI PLASTIK) ().Teknik Industri:FTI,2012.Text