// <![CDATA[USULAN RUTE DISTRIBUSI ROTI DENGAN METODE CLARKE - WRIGHT ALGORTHM (PADA PERUSAHAAN TIARA MUKTI)]]> HERU CHRYSTIANTO / 13.2008.034 Dosen Pembimbing 1 Drs. R. Hari Adianto, MT. Rispianda, ST., MT., M. Phil.
Perusahaan Tiara Mukti merupakan perusahaan berskala kecil hingga menengah (home industry) yang memproduksi roti. Selain memproduksi dan mengolah roti, serta mendistribusikan hasil produknya. Saat ini perusahaan memiliki kendaraan yang digunakan untuk mendistribusikan roti sebanyak dua unit sepeda motor dan dua unit mobil. Produk tersebut di pasarkan di sekitar kota Bandung, hasil produk yang dihasilkan dikirim ke toko–toko makanan dengan jumlah retailer yang dilayani sebanyak 30 retailer. Pengiriman roti berdasarkan keinginan marketing sehingga terdapat beberapa lokasi retailer yang berdekatan di distribusikan dengan menggunakan kendaraan yang berbeda. Perlu menyusun kembali pola rute yang diterapkan oleh perusahaan sehingga jarak pengiriman produk lebih efisien. Sehinggan untuk mengatasi masalah rute distribusi yang yang melibatkan sekumpulan rute kendaraan-kendaraan yang berbasiskan pada depot untuk melayani pelanggan yang tersebar secara geografis dengan permintaannya masing-masing dengan pendekatan model. Model yang dapat digunakan sebagai pendekatan untuk menyelesaikan permasalahan yang distribusi dengan rute dan sejumlah kendaraan angkut adalah Vehicle Routing Problem (VRP). Metode yang digunakan yaitu Clarke – Wright Algorithm, algoritma ini merupakan algoritma heuristik yang digunakan sebagai pendekatan masalah Vehicle Routing Problem (VRP). Penelitian dilakukan dengan membandingkan rute yang diterapkan perusahaan sebelum penelitian dengan rute perusahaan yang digunakan setelah penelitian. Penelitian menghasilkan pola rute memiliki total jarak tempuh lebih pendek dengan selisih 10,4 km. Total waktu yang ditempuh ditempuh yakni sebelum penelitian waktu dengan total waktu 17,3 jam dibandingkan dengan hasil total waktu setelah penelitian sebesar 16,8 jam, selisih dalam prosentase sebesar 2,9%. Hasil penelitian ini kemudian dibandingkan lagi dengan rute yang memaksimalkan kapasitas angkut kendaraan yang mengirimkan roti. Selisih yang dihasilkan yaitu 5,2 km dengan selisih biaya berdasarkan konsumsi bahan bakar sebesar Rp 2.738,1 per hari.