USULAN PERBAIKAN PENENTUAN LOKASI TEMPAT PEMBUANGAN SEMENTARA (TPS) SAMPAH MENGGUNAKAN METODE SET COVERING PROBLEM (SCP) (STUDI KASUS DI BANDUNG BARAT)
Penempatan TPS yang kurang tepat di kota Bandung terutama di wilayah Bandung Barat mengakibatkan terjadinya penumpukan sampah yang tidak merata. Hal ini dapat dilihat dari beberapa lokasi TPS yang timbulan sampahnya melebihi kapasitas kontainer yang ada, sementara TPS yang lainnya mengalami kekosongan akibat timbulan sampah yang dihasilkan sangat sedikit. Untuk membantu penyelesaian masalah tersebut maka diusulkan perbaikan lokasi TPS dengan menggunakan metode set covering problem (SCP).
Metode SCP bertujuan untuk menentukan jumlah minimal fasilitas dan menentukan lokasi agar setiap permintaan dapat dipenuhi oleh minimal satu fasilitas dengan cepat. Metode ini menggunakan algoritma integer biner, dimana hasil yang didapatkan berupa bilangan biner (0 atau 1). Metode SCP digunakan karena mampu menutupi kebutuhan fasilitas lebih dari dua wilayah. Fasilitas yang dimaksud pada penelitian ini adalah TPS, dengan metode SCP jumlah TPS dapat ditentukan berdasarkan jarak dan jumlah timbulan sampah yang ada pada setiap masing-masing TPS.
Model formulasi dibuat berdasarkan kondisi penempatan kontainer saat ini (formulasi 1) dan ada juga yang dibuat menggunakan usulan perbaikan penempatan ukuran kontainer berdasarkan jumlah timbulan sampah yang dihasilkan (formulasi 2). Dari 2 jenis formulasi tersebut dibagi lagi menjadi 2 model formulasi yaitu untuk ukuran kapasitas 10 m3 dan 6 m3 (a) dan ukuran 12 m3 dan 8 m3 (b). Formulasi 1a menghasilkan 41 titik lokasi TPS sampah. formulasi 1b 39 titik lokasi TPS sampah. Untuk formulasi 2a menghasilkan 41 titik lokasi TPS sampah dan formulasi 2b 38 titik TPS sampah.
Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa dengan menggunakan formulasi 2 jumlah TPS dan jumlah kontainer yang dibutuhkan lebih sedikit dibandingkan dengan menggunakan formulasi 1. Pada formulasi 1 dan formulasi 2 masing-masing dibuat menjadi 2 model formulasi lagi. Setelah dianalisi ternyata model formulasi kedua menghasilkan jumlah kebutuhan kontainer yang lebih sedikit dibandingkan dengan model pertama, tapi resiko yang didapat adalah kemungkinan sampah yang ada dikontainer akan berceceran ke jalan saat akan di angkut ke TPA.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2012).USULAN PERBAIKAN PENENTUAN LOKASI TEMPAT PEMBUANGAN SEMENTARA (TPS) SAMPAH MENGGUNAKAN METODE SET COVERING PROBLEM (SCP) (STUDI KASUS DI BANDUNG BARAT) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.USULAN PERBAIKAN PENENTUAN LOKASI TEMPAT PEMBUANGAN SEMENTARA (TPS) SAMPAH MENGGUNAKAN METODE SET COVERING PROBLEM (SCP) (STUDI KASUS DI BANDUNG BARAT) ().Teknik Industri:FTI,2012.Text
MLA Style
.USULAN PERBAIKAN PENENTUAN LOKASI TEMPAT PEMBUANGAN SEMENTARA (TPS) SAMPAH MENGGUNAKAN METODE SET COVERING PROBLEM (SCP) (STUDI KASUS DI BANDUNG BARAT) ().Teknik Industri:FTI,2012.Text
Turabian Style
.USULAN PERBAIKAN PENENTUAN LOKASI TEMPAT PEMBUANGAN SEMENTARA (TPS) SAMPAH MENGGUNAKAN METODE SET COVERING PROBLEM (SCP) (STUDI KASUS DI BANDUNG BARAT) ().Teknik Industri:FTI,2012.Text