// <![CDATA[USULAN RANCANGAN RUTE DISTRIBUSI PRODUK SEPATU MENGGUNAKAN METODE VEHICLE ROUTING PROBLEM DI PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUKTURE, TBK]]> Givo Vandiko/132005088 Dosen Pembimbing 1 Fifi Herni M., ST., MT. 0013055702 - Drs, R. Hari Adianto, MT.
Distribusi dan transportasi merupakan komponen yang sangat penting didalam proses siklus manufaktur yang terjadi pemindahan produk dari penjual kepada pembeli dari satu tempat ke tempat lain. Efisiensi yang terjadi pada pola distribusi dan transportasi produk dapat memberikan kontribusi yang cukup besar pada penurunan biaya produk sehingga dapat meningkatkan keuntungan dan daya saing bagi perusahaan. PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi sepatu fashion, casual, dan sporty. Perusahaan melakukan pendistribusian dengan memberikan tugas sepenuhnya kepada perusahaan logistik untuk pendistribusian ke distributor yang berada di seluruh Indonesia. Pada saat ini perusahaan memiliki dua jenis kendaraan untuk pendistribusian tetapi tidak digunakan sebagaimana mestinya. Khusus untuk pendistribusian di kota Bandung perusahaan harus memaksimalkan sumber daya yang ada dengan melakukan pendistribusian sendiri tanpa mengeluarkan biaya yang besar kepada perusahaan lain. Usulan rancangan rute distribusi dapat digunakan sebagai acuan perusahaan untuk mendistribusikan produknya di masa yang akan datang. Perusahaan membutuhkan rancangan rute untuk mendistribusikan produknya ke 30 pelanggan di Kota Bandung. Dalam literatur, dinyatakan masalah penentuan rute ini dikenal dengan istilah metode transportasi yaitu Vehicle Routing Problem. Algoritma yang digunakan untuk pemecahan masalah ini yaitu dengan menggunakan nearest neighbour untuk menentukan rute awal dan memperbolehkan menggunakan algoritma split deliveries vehicle routing problem with single depot and multiple trips. Pengolahan data menghasilkan jumlah tur dimana hasil akhir yang didapatkan adalah jumlah kendaraan minimum dengan menghasilkan beberapa alternatif kendaraan. Alternatif terpilih terdiri dari tiga buah kendaraan truk engkel dan dua buah kendaraan espass yang bisa digunakan dilihat dari total jarak keseluruhan dan konsumsi bahan bakar terkecil minimum.