// <![CDATA[ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN SERAGAM SEKOLAH DI DESA PANYIRAPAN SOREANG KABUPATEN BANDUNG]]> Ferdiansa/132008039 Dosen Pembimbing 1 Lisye Fitria, Ir., MT. Abu Bakar, Ir., MM.
Pertumbuhan penduduk yang pesat di Indonesia menjadikan kenaikan akan permintaan kebutuhan masyarakat. Salah satunya kebutuhan akan pendidikan yang memiliki tahap dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Sebagian besar masyarakat mengharuskan anaknya melewati tahap tersebut. Penambahan kapasitas siswa baru pada setiap sekolah pun meningkat baik sekolah yang memiliki domisili kota atau kabupaten. Maka seiring waktu pada setiap ajaran baru pada setiap sekolah dibutuhkan seragam untuk dijadikan syarat wajib siswa baru. Peluang bisnis seragam sekolah akan selalu ada bahkan terjadi peningkatan pada setiap tahunnya karena adanya faktor demografi yaitu pertumbuhan penduduk, pernyataan tersebut didukung pada data BPS kota Bandung yang menunjukkan jumlah anak sekolah mencapai 365.603 siswa pada tahun 2006 dan meningkat 403.856 siswa pada tahun 2010. Pendirian suatu usaha memerlukan usaha dan investasi modal, sehingga analisis kelayakan dibutuhkan dalam pembangunan usaha tersebut. Penelitian ini mengkaji kelayakan dari usaha pembutan seragam sekolah di Desa Panyirapan Soreang Kabupaten Bandung berdasarkan aspek pasar, aspek teknis, aspek legal dan lingkungan, aspek manajemen sumber daya manusia, dan aspek finansial. Hasil dari pengkajian kelima aspek adalah: Aspek pasar dinyatakan layak karena adanya peluang pasar terhadap produk yang akan diproduksi dan adanya strategi pemasaran yang dapat dijalankan; Aspek teknis dinyatakan layak karena adanya spesifikasi produk, kapasitas produksi yang dapat memenuhi target produksi, dan spesifikasi luas lahan yang sesuai dengan kebutuhan lantai produksi usaha garmen; Aspek legal dan lingkungan dinyatakan layak karena, adanya tahap yang jelas dalam pembuatan badan hukum (CV), adanya legal operasional garmen seragam sekolah dan limbah yang tidak berbahaya bagi lingkungan namun dapat dijadikan bahan baku usaha lain; Aspek MSDM dinyatakan layak karena adanya struktur organisasi yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha garmen, adanya uraian tugas yang dapat dijalankan dan adanya program pelatihan yang dapat dijalankan; Aspek finansial dinyatakan layak karena Payback Period 3 tahun 2 bulan, Net Present Value positif Rp 212.852.074, dan Internal Rate Of Return 23,22%. lebih besar dari MARR sebesar 10,03%. Berdasarkan hasil analisis kelayakan kelima aspek, usaha pembutatan seragam sekolah ini dinyatakan layak untuk dijalankan. Selanjutnya dilakukan analisis sensitivitas terhadap variabel-variabel yang dapat mempengaruhi perubahan keputusan layak tersebut menjadi tidak layak. Hasil analisis sensitivitas menghasilkan batas perubahan keputusan kelayakan, apabila penuruanan jumlah penjualan tidak lebih dari 17,92% dan kenaikan harga bahan baku tidak lebih dari 7,68%.