// <![CDATA[ESTIMASI JUMLAH GARDU TOL YANG OPTIMAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ANTREAN TINGKAT ASPIRASI (STUDI KASUS PADA GERBANG KELUAR TOL PASTEUR BANDUNG)]]> Irma Yolanda/132008099 Dosen Pembimbing 1 Ir. Susy Susanty, M.T. HendroPrassetiyo, S.T., M.T.
Kota Bandung merupakan salah satu kota wisata di Indonesia, banyak turis yang mengunjungi kota ini. Para turis tertarik pada kekayaan alam, ragam budaya, serta aneka jenis makanan tradisional yang banyak diminati. Kebanyakan turis yang datang berasal dari turis domestic terutama berasal dari kota Jakarta, hal ini disebabkan karena jarak yang cukup dekat dari kota Bandung. Banyak dari turis menggunakan akses jalan tol dari arah Jakarta menuju Bandung, sehingga sering terjadi penumpukan kendaraan pada pintu keluar tol menuju Bandung terutama pada pintu keluar tol Pasteur. Sehingga perlu dilakukan penelitian untuk menentukan jumlah gardu tol yang optimal yang bertujuan untuk mengurangi penumpukan kendaraan terjadi. Permasalahan ini dapat dipecahkan dengan menggunakan model antrean berdasarkan tingkat aspirasi dimana suatu metode antrean dengan model pengambilan keputusan berdasarkan tingkat aspirasi karena tidak diketahui biaya waktu menunggu selain itu untuk menyeimbangkan keinginan konsumen dan kebutuhan istirahat petugas tol. Model antrean yang digunakan yakni M/M/s=1, karena kendaraan tidak boleh berpindah-pindah jalur antrean, dengan nilai