// <![CDATA[ANALISIS KEBIJAKAN MENGGUNAKAN PEMODELAN MATEMATIKA UNTUK PENGEMBANGAN INDUSTRI BAHAN BAKAR NABATI BIOETANOL DARI MIKROALGA]]> HAFIDZ HANDOKO PUTRO/132008105 Dosen Pembimbing 1 Hendang Setyo Rukmi, ST., MT. Cahyadi Nugraha, ST., MT.
Energi selalu dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Data dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menunjukkan bahwa konsumsi energi primer diproyeksikan naik setiap 5 tahun. Kebutuhan energi di Indonesia didominasi oleh minyak bumi sebesar 52,5% pemakaian energi di Indonesia. Pemerintah Indonesia membuat kebijakan perencanaan energi nasional untuk bahan bakar nabati dengan target 5% dari total kebutuhan energi. Bioetanol adalah bahan bakar minyak nabati yang memiliki sifat menyerupai minyak premium. Salah satu tanaman yang bisa digunakan sebagai bahan baku bioetanol adalah mikroalga. Pemanfaatan mikroalga akan optimal jika didukung kebijakan yang tepat oleh pemerintah. Perumusan kebijakan dapat dilakukan dengan mengembangkan suatu model kebijakan yang memungkinkan penyusunan alternatif-alternatif skenario kebijakan. Penelitian dilakukan dengan menentukan sistem yang akan diteliti beserta boundary system. Kemudian diteliti aspek sistem yang saling berpengaruh antara komponen sistem, input, baik yang controllable maupun uncontrollable, dan output yang diharapkan. Ukuran kinerja yang telah dibuat berupa rancangan skenario untuk decision maker dalam pengambilan keputusan. Sistem yang telah di identifikasi digambarkan dalam bentuk model konseptual. Penggambarannya menggunakan influence diagram. Influence diagram adalah suatu model konseptual yang menyajikan struktur atau rangkaian proses yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Model konseptual yang dibuat kemudian direpresetasikan dalam bentuk formulasi model matematika. Model matematika lebih mudah untuk memanipulasi dan dieksplorasi pengaruh perubahan input terhadap fungsi tujuannya dibandingkan sistem nyata. Pada pengembangan ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu model sistem secara statis dan model sistem secara dinamis. Perbedaan dari dua model sistem ini adalah model sistem secara statis tidak dipengaruhi oleh waktu sedangkan model sistem secara dinamis dipengaruhi oleh waktu. Batasan model matematika yang dikembangkan memiliki batasan yaitu model matematika yang dibangun tidak memiliki umpan balik. Selanjutnya dikembangkan beberapa alternatif kebijakan dan beberapa skenario. Alternatif kebijakan dirancang dengan mengubah beberapa nilai input yang bisa dikendalikan pemerintah sedangkan pengembangan skenario dilakukan dengan mengubah input / faktorfaktor yang tidak dapat dikendalikan pemerintah. Alternatif kebijakan dan skenario yang dibuat sebanyak 3 alternatif kebijakan dan 3 skenario. Pada kebijakan 0 didapatkan data kebutuhan bahan bakar pada tahun 2025 sebesar 94.174.305.603 liter. Kebijakan 1 dengan skenario optimis didapatkan hasil pemenuhan bioetanol sebagai bahan bakar nabati sebesar 59,692%. Kebijakan 2 dengan skenario optimis didapatkan hasil pemenuhan bioetanol sebagai bahan bakar nabati sebesar 99,901%.