// <![CDATA[RANCANGAN ALAT UKUR GALVANIC SKIN RESPONSE MENGGUNAKAN KONSEP HIRARKI CHART]]> ERWIN GUNAWAN/132007127 Dosen Pembimbing 1
Stres pada manusia dapat dilihat dari segi fisik dan juga mental, stres dapat terjadi karena kondisi diluar harapan manusia dan kondisi tersebut di luar kapasitas atau kemampuan manusia untuk diatasi sendiri. Semua penyebab stres tersebut akan direspon oleh tubuh dan menimbulkan gejala-gejala fisik dan mental. Indikator stres dapat diukur baik secara subyektif maupun obyektif dari semua yang muncul pada seseorang, secara obyektif dapat dilihat dari perubahan fisik, hormon, biokimia, enzim, jantung, darah, dan konduktansi kulit. Sedangkan secara suyjektif, telah banyak dikembangkan metoda pengukuran stres, seperti kuesioner stres kerja dan kuesioner lain yang menyangkut tentang stres. Perbedaan pengukuran subyektif dan obyektif berada pada alat ukur yang digunakan, pada metoda subyektif menggunakan kuesioner, sedangkan pada metoda obyektif menggunakan alat ukur langsung yang dapat mengukur kondisi fisik manusia. Metoda pengukuran obyektif yang lain adalah elektrodermal, yang dilihat melalui keringat pada permukaan kulit. Metoda ini telah banyak yang digunakan oleh para peneliti, sehingga telah dikembangkan produk Galvanic Skin Response. Akan tetapi di Indonesia alat tersebut belum ada dan hanya dapat diperoleh dari luar negeri, oleh karena itu dalam penelitian ini akan dirancang dengan menggunakan konsep hirarki chart alat ukur stres melalui elektrodermal yang dapat digunakan dengan mudah, dan murah serta cepat baik dalam memperoleh hasil pengukuran maupun menginterpretasi hasil pengukuran. Penelitian ini adalah pengembangan produk yang sudah ada, yaitu konsep Lie Detector yang memakai konduktansi kulit, konsep ini dapat digunakan sebagai dasar pembuatan GSR yang menggunakan sistem ini untuk mengukur stres mengakibatkan hal tersebut, maka pengembangan konsep ini dapat dijadikan alat ukur GSR.