// <![CDATA[ALGORITMA VARIABLE NEIGHBORHOOD DESCENT WITH FIXED THRESHOLD UNTUK KESEIMBANGAN LINTASAN PERAKITAN PARALEL DENGAN KRITERIA MINIMISASI JUMLAH STASIUN KERJA]]> TIKA AGUSTIN/132008084 Dosen Pembimbing 1 Arif Imran, S.Si., M.T., PhD Dosen Pembimbing 2 Emsosfi Zaini, Ir., M.T.) Dosen Pembimbing 1
Keseimbangan lintasan perakitan merupakan masalah proses penempatan elemen kerja pada setiap stasiun kerja tanpa melanggar precendence constraint dan waktu siklus. Keseimbangan lintas perakitan berhubungan erat dengan produksi massal. Sejumlah pekerjaan perakitan dikelompokkan ke dalam beberapa pusat kerja. Pada permasalahan ini lintasan yang diteliti yaitu lintasan perakitan paralel. PALBP sebelumnya pernah dikembangkan oleh Purwaman (2011) dengan menggunakan metode VND. Metode yang digunakan dalam Tugas Akhir ini adalah VND with fixed threshold. Threshold accepting adalah metode metaheuristik untuk pencarian local optimum melalui bilangan random feasible yang dikembangkan oleh Dueck dan Scheuer (1990). Metode ini dikembangkan untuk menyelesaikan masalah optimisasi kombinatorial. Imran dan Okdinawati (2010) mengembangkan threshold accepting untuk permasalahan Heterogeneous Fleet Vehicle Routing Problem (HFVRP). Threshold accepting menerima solusi yang masih dalam ambang batas dari solusi awal, sehingga menemukan solusi yang lebih baik.Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengembangkan algoritma keseimbangan lintasan perakitan paralel menggunakan metode VND with fixed threshold dengan kriteria minimisasi jumlah stasiun kerja. Langkah yang dilakukan pada penelitian ini yaitu menggunakan perhitungan rank position weight (RPW) untuk initial solution. Pada tahap 2 yaitu local search terdiri dari proses exchange dan insert agar dapat meminimasi jumlah stasiun kerja. Algoritma usulan yang diuji menggunakan 3 skenario. Skenario 1 bertujuan untuk menguji cara kerja algoritma usulan, Skenario 2 dan Skenario 3 bertujuan untuk menguji keandalan algoritma usulan. Pada Skenario 1 mendapatkan hasil yang sama dengan literatur, pada Skenario 2 mendapatkan hasil yang lebih baik dari literatur, sedangkan pada Skenario 3 mendapatkan hasil yang tidak lebih baik dari literatur