ANALISIS KELAYAKAN USAHA CUCIAN KENDARAAN BERMOTOR STUDI KASUS PURWOKERTO TIMUR JAWA TENGAH
Pertumbuhan kendaraan bermotor berdampak pada kebutuhan akan tempat cucian kendaraan. Berdasarkan survey tempat cucian yang ada di kota Purwokerto menyatakan bahwa terjadi peningkatan permintaan kebutuhan layanan mencuci kendaraan bermotor dengan bertambahnya jumlah kendaraan, sehingga menjadi cukup alasan untuk mendirikan usaha tempat cucian. Pendirian suatu usaha memerlukan usaha dan investasi modal, sehingga analisis kelayakan dibutuhkan dalam pembangunan usaha tersebut. Hasil pengkajian kelima aspek tersebut adalah, aspek pasar dinyatakan layak karena adanya peluang pasar terhadap jasa layanan cucian kendaraan dan adanya strategi pemasaran yang dapat dijalankan. Aspek teknis, menyatakan layak didasarkan pada perancangan jasa cucian kendaraan yang sesuai dengan standar operation prosedur, perencanaan fasilitas, perencanaan kapasitas, serta perencanaan lokasi yang mendukung untuk didirikan usaha cucian kendaraan bermotor. Aspek legal dan lingkungan, rencana pendirian usaha cucian kendaraan bermotor dinyatakan layak karena memenuhi persyaratan pembuatan usaha yaitu memiliki badan usaha yang berbentuk CV. Selain itu, perusahaan dapat membuang limbah yang dihasilkan dari proses cucian kendaraan bermotor. Aspek manajemen sumber daya manusia, usaha cucian kendaraan bermotor dinyatakan layak karena tersedia struktur organisasi yang menunjang kegiatan usaha dan adanya tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan. Aspek finansial, usaha cucian kendaraan bermotor layak didirikan karena waktu pengembalian investasi Payback Periode yaitu selama 2 Tahun 12 Bulan atau 3 tahun, nilai Net Present Value lebih besar dari pada nol yaitu sebesar Rp 34.863.387, nilai dari Internal Rate Of Return lebih besar dari pada nilai MARR, yaitu sebesar 21,04%.
Berdasarkan hasil analisis kelayakan kelima aspek, usaha cucian kendaraan bermotor ini dinyatakan layak untuk dijalankan. Selanjutnya dilakukan analisis sensitivitas terhadap variabel-variabel yang dapat mempengaruhi perubahan keputusan layak tersebut menjadi tidak layak. Analisis sensitivitas menghasilkan keputusan kelayakan, apabila penurunan jumlah layanan cucian kendaraan tidak lebih dari 4,977% dan kenaikan gaji tenaga kerja tidak lebih dari 8,025%.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2013).ANALISIS KELAYAKAN USAHA CUCIAN KENDARAAN BERMOTOR STUDI KASUS PURWOKERTO TIMUR JAWA TENGAH ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.ANALISIS KELAYAKAN USAHA CUCIAN KENDARAAN BERMOTOR STUDI KASUS PURWOKERTO TIMUR JAWA TENGAH ().Teknik Industri:FTI,2013.Text
MLA Style
.ANALISIS KELAYAKAN USAHA CUCIAN KENDARAAN BERMOTOR STUDI KASUS PURWOKERTO TIMUR JAWA TENGAH ().Teknik Industri:FTI,2013.Text
Turabian Style
.ANALISIS KELAYAKAN USAHA CUCIAN KENDARAAN BERMOTOR STUDI KASUS PURWOKERTO TIMUR JAWA TENGAH ().Teknik Industri:FTI,2013.Text