// <![CDATA[MODEL OPTIMISASI LOT PRODUKSI PADA SISTEM PRODUKSI YANG MENGALAMI DETERIORASI DENGAN KRITERIA MINIMISASI TOTAL ONGKOS]]> Dicky Irawan / 132009078 Penulis Hendro Prasetyo, S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 0430127601 - Arie Desrianty S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Tugas akhir ini membahas mengenai model Economic Production Quantity (EPQ) merupakan suatu model yang mengasumsikan proses produksi selalu terkendali, sehingga seluruh produk yang dihasilkan selalu berkualitas baik dan dapat diterima. Pada kenyataannya proses produksi dapat bergeser menuju kondisi yang tidak terkendali sehingga menghasilkan produk dengan kualitas di bawah standar. Kondisi yang tidak sempurna dapat terjadi karena adanya kesalahan inspeksi/pemeriksaan. Selain itu, sistem produksi yang tidak sempurna juga dapat diakibatkan oleh deteriorasi mesin. Deteriorasi terjadi akibat penurunan kinerja mesin sehingga menghasilkan produk nonconforming. Semua produk yang dihasilkan akan mengalami proses inspeksi. Produk yang baik akan langsung diterima sedangkan produk nonconforming akan dilakukan proses rework, dan setelah proses rework produk tersebut akan diterima. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan model optimisasi lot produksi dengan mempertimbangkan sistem produksi yang mengalami deteriorasi dengan kriteria minimisasi total ongkos yang terdiri atas ongkos set-up, ongkos produksi, ongkos pengendalian kualitas, dan biaya penalti.