USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI PABRIK ROTI BARITON
Bariton merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang industri makanan yang memproduksi berbagai jenis roti, kue dan minuman. Saat ini permintaan pelanggan akan produk Bariton semakin meningkat, sehingga perusahaan perlu melakukan peningkatan kualitas dari produk yang dihasilkannya. Pada kenyataannya tidak semua produk yang dihasilkan memenuhi spesifikasi yang diharapkan oleh perusahaan maupun pelanggan. Permasalahan yang dihadapi oleh Bariton adalah pada saat proses produksi pembuatan roti, terdapat kegagalan berupa produk cacat adonan keras, cacat ketebalan (tipis), cacat bentuk (kecil), cacat bantat, dan gosong. Banyaknya produk cacat yang terjadi mengakibatkan penurunan kualitas produk di Bariton. Dimana tingkat kegagalan produk yang diizinkan oleh perusahaan adalah sebesar 2%, namun pada kenyataannya kegagalan yang terjadi diluar batas toleransi yaitu sebesar 11%. Untuk itu perusahaan perlu melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas dengan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA).
Pada tahap Fault Tree Analysis (FTA), diperoleh top level event (kejadian terpenting dalam suatu sistem) dari ke empat jenis cacat yang paling kritis yaitu cacat bantat, cacat gosong, cacat bentuk (kecil) dan cacat ketebalan (tipis). Berdasarkan top level event, maka akan didapatkan basic event dari setiap jenis cacat yang terjadi. Basis event merupakan kejadian paling dasar untuk mengetahui kejadian yang menyebabkan munculnya top level event. Kemuadian basic event tersebut akan di analisis menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) didasarkan perhitungan nilia Risk Priority Number (RPN) yang didapat berdasarakan perkalian rating severity, occurance, detection yang telah didapat sebelumnya. Dari nilai Risk Priority Number (RPN) yang didapat kemudian dilakukan pengurutan berdasarkan nilai RPN tertinggi sampai terendah, hal ini dilakukan untuk mengetahui penyebab kegagalan yang memiliki peranan paling penting dalam suatu kegiatan produksi, dan akan dilakukan usulan perbaikan.
Berdasarkan hasil dari nilai RPN, didapatkan penyebab kegagalan takaran tepung ragi yang tidak tepat dengan nilai 169, suhu air yang tidak tepat dengan nilai 168, proses penggilingan terlalu lama dengan nilai 168, pembentukan adonan yang tidak sama dengan nilai 128, oven tidak berfungsi dengan nilai 120, proses oven terlalu lama dengan nilai 112, operator salah melakukan setting oven dengan nilai 96, pisau yang digunakan tumpul dengan nilai 72, dan timbangan rusak dengan nilai 72. Dari sembilan penyebab kegagalan yang tertinggi, akan dilakukan usulan perbaikan. Setelah dilakukan usulan perbaikan terhadap kesembilan penyebab kegagalan yang terjadi, maka akan menghasilkan nilai RPN baru. Nilai RPN baru yang didapat berdasarkan usulan perbaikan yang dilakukan.
Usulan perbaikan yang dapat dilakukan adalah dengan menyedikan alat-alat yang dapat digunakan oleh operator sehingga memudahkan pekerjaannya yaitu dengan menyediakan takaran tepung ragi, menyediakan termometer untuk mengukur suhu air, menyediakan timer pada proses penggilingan dan pada oven. Untuk mesin dan peralatan yang mendukung berjalannya proses produksi harus dilakukan perawatan secara berkala, dan melakukan pergantian alat jika terjadi kerusakan. Nilai risk priority number (RPN) baru yang didapat setelah dilakukan usulan perbaikan terhadap kesembilan penyebab kegagalan tertinggi yaitu untuk penyebab takaran tepung ragi yang tidak tepat 42, suhu air yang digunakan tidak tepat 36, proses penggilingan terlalu lama 54, pembentukan adonan yang tidak sama (terlalu kecil) 72, oven tidak berfungsi dengan baik 30, proses oven terlalu lama 14, operator salah melakukan setting pada oven 18, dan pisau yang digunakan tumpul 24, serta timbangan yang digunakan rusak 24.
Detail Information
Bagian
Informasi
Pengarang
Ninda Restu Anugrah / 132011099 - Personal Name
No. Panggil
Subyek
Fakultas
FTI
Tahun Terbit
2015
Jurusan
Teknik Industri
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik
Citation
APA Style
. (2015).USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI PABRIK ROTI BARITON ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI PABRIK ROTI BARITON ().Teknik Industri:FTI,2015.Text
MLA Style
.USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI PABRIK ROTI BARITON ().Teknik Industri:FTI,2015.Text
Turabian Style
.USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI PABRIK ROTI BARITON ().Teknik Industri:FTI,2015.Text