// <![CDATA[DE'LICATA APARTMENT AND TOWN HOUSE]]> Gema Widyanur / 21 2007 004 Dosen Pembimbing 1 Ir. Dwi Kustianingrum, MT. Ir. Achsien Hidayat, MT.
Salah satu kebutuhan paling mendasar dari hidup manusia adalah perumahan. Perumahan merupakan pencerminan citra diri bagi manusia baik sebagai pribadi maupun sebagai suatu kesatuan dengan lingkungannya. Kebutuhan akan perumahan ini selalu berbeda-beda. Hal ini tergantung dari tingkat kehidupan sosial manusia itu sendiri. Kebutuhan dasar akan perumahan ini menjadi suatu hirarki dari mulai tingkat terendah, dimana manusia membutuhkan rumah hanya untuk tempat berlindung, sampai tingkat tertinggi, rumah merupakan simbol status atau identitas diri. Proyek perencanaan ini mengusut tentang residensial, dimana kebutuhan individu akan tempat tinggal yang memberikan perlindungan terhadap cuaca dan bahaya akan kontak fisik dengan sesama mahluk hidup. Proyek tugas akhir ini merencanakan pembangunan apartment and town house dengan class luxury dimana fasilitas dan pelayanan sangat di pertimbangkan dalam mendesain bangunan ini. Tema dalam Perencanaan proyek tugas akhir ini adalahHi-tech system for fins building merupakan suatu perkembangan dari teknologi yang ada pada saat ini yang dikhususkan untuk banguanan dimana kenyamanan secata termal terpenuhi dari efek panasnya sinar matahari, pengembangan ini di tujukan kepada sirip bangunan yang bekerja secara automatic sejalan dengan masuknya sinar matahari yang masuk akan tetapi dihalangi oleh sirip-sirip otomatis mengikuti arah datangnya cahaya matahari. Pada dasarnya perencanaan proyek apartement dan town house ini adalah untuk menciptakan suatu hunian di tengah kota dengan sistem vertikal dimana perencanaan ini berdasarkan kebutuhan masyarakat akan hunian dan fasilitas yang praktis dimana erra globalisasi ini semakin maju, akan tetapi dasar - dasar dalam perencanaan proyek inibertujuan untuk menciptakan tempat tinggal yang nyaman dan aman. Perencanaan proyek ini diawali dengan menganalisa kondisi tapak, kebutuhan ruang, dan aktivitas yang akan terjadi. Setelah proses perencanaan, kebutuhan ruang yang dibutuhkan disesuaikan dengan luas tapak. Proses perencanaan menjadi titik awal untuk dilanjutkan menuju proses perancangan. Kemudian, segala aspek yang telah dituangkan dalam proses perencanaan dilanjutkan menjadi proses skematik. Semua proses tersebut menjadi satu kesatuan untuk mencapai proses perancangan yang utuh. Metode yang digunakan adalah metode analisis yang dilakukan meliputi tahap pengumpulan data (studi literatur, observasi lapangan, wawancara, studi banding, seleksi), tahap analisis dan sintesis, dan tahap pengembangan konsep. Proses konsep perancangan ini mengacu pada hasil analisis dan studi pembelajaran berdasarkan tema dan judul yang diambil. Dengan adanya proyek ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengolahan tema dan judul serta pengembangan suatu proyek yang mengarah pada residensial dengan mengusut klimatologi dan eksisting sekitaran kawasan.