// <![CDATA[INTEGRASI ISO 9001:]]> Charida Rizkiani - 132002021 Penulis 0401066902 - Yuniar, S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 0430127601 - Arie Desrianty S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Standar ISO 9001:2000 dan ISO 14001:1996 memiliki teknik dan prinsip manajemen yang serupa. Keduanya menghendaki organisasi untuk membuat kebijakan, membatasi aturan dan tanggung jawab, menunjuk perwakilan manajemen, dan melatih personel. Mengimplementasi ISO 9001:2000 dan ISO 14001:1996 secara bersamaan mengakibatkan beberapa duplikasi tugas manajemen (Zeng, Tian, dan Shi, 2005). PT. Coats Rejo Indonesia (CRI) merupakan perusahaan manufaktur yang ingin menunjukkan bahwa produk dan jasa telah sesuai dengan harapan pelanggan dengan adanya jaminan dari sisi mutu dan lingkungan. Saat ini, PT. Coats Rejo Indonesia telah melakukan sertifikasi ISO 9001:2000. Sedangkan untuk ISO 14001:1996, PT. Coats Rejo Indonesia belum melakukan sertifikasi. Namun PT. Coats Rejo Indonesia telah menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan adanya Departemen EHS (Environmental, Health, and Safety) yang menangani masalah lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja dan sertifikat Oeko-Tex yang menyatakan bahwa limbah yang dihasilkan oleh PT. Coats Rejo Indonesia telah terbebas dari bahan-bahan kimia berbahaya. Dengan kondisi ini, PT. Coats Rejo Indonesia memungkinkan untuk mengimplementasi integrasi ISO 9001:2000 dan ISO 14001:1996. Keuntungan dari integrasi sistem pada umumnya adalah menghindari duplikasi prosedur, mengurangi konflik antar prosedur, dan mengurangi kebutuhan akan sumber daya. ISO 9001:2000 dan ISO 14001:1996 merupakan standar yang serupa sehingga perlu untuk diintegrasikan dengan tujuan untuk meningkatkan performansi. Proses integrasi dapat dimulai dengan menuliskan elemen ISO 14001:1996 ke dalam klausul ISO 9001:2000 untuk klausul sistem manajemen mutu, tanggung jawab manajemen, dan pengelolaan sumber daya. Proses integrasi dilakukan berdasarkan persesuaian ISO 9001:2000 dan ISO 14001:1996 (Annex B ISO 14001:1996 dan Annex A, B ISO 9001:2000 dalam Zeng, Tian, dan Shi, 2005). Strategi yang digunakan untuk melaksanakan integrasi ISO 9001:2000 dan ISO 14001:1996 dilakukan dengan menggabungkan dokumentasi berdasarkan kesamaan standar menggunakan strategi penetapan Environmental Management System (EMS) dan Quality Management System (QMS) secara simultan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengisi checklist terintegrasi berdasarkan checklist ISO 9001:2000 dan ISO 14001:1996. Pengisian checklist dilakukan oleh Management Representative dan Kepalan Departemen EHS. Melalui pengisian checklist terintegrasi, wawancara, dan dokumentasi perusahaan dapat diperoleh informasi mengenai kondisi perusahaan saat ini. Setelah dilakukan pengisian checklist, selanjutnya dilakukan analisis hasil pengisian checklist, analisis kendala yang dihadapi untuk persiapan integrasi, dan mengidentifikasi langkah-langkah persiapan integrasi ISO 9001:2000 dan ISO 14001:1996. Dalam mengimplementasi sistem manajemen mutu dan lingkungan terintegrasi, terdapat beberapa langkah persiapan yang harus dilakukan oleh PT. Coats Rejo Indonesia, yaitu: Menumbuhkan komitmen manajemen untuk melaksanakan sistem manajemen mutu dan lingkungan terintegrasi, membentuk tim untuk penerapan sistem manajemen mutu dan lingkungan terintegrasi, membuat perencanaan untuk implementasi sistem manajemen mutu dan lingkungan terintegrasi berdasarkan ISO 9001:2000 dan ISO 14001:1996 dengan membuat jadwal dan pembagian tanggung jawab, melaksanakan gap analysis, memberikan pelatihan sistem manajemen mutu dan lingkungan terintegrasi untuk anggota tim, menunjuk Management Representative (MR), membuat manual sistem manajemen terintegrasi, melaksanakan pendokumentasian sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh sistem manajemen mutu dan lingkungan terintegrasi, membuat prosedur yang diperlukan, melakukan pelatihan untuk karyawan mengenai prosedur yang dikembangkan agar implementasi dapat dilakukan secara efektif.