// <![CDATA[USULAN PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN BERDASARKAN ANALISIS PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN PEMENUHAN MOTIF (STUDI KASUS DI CV. ANGKASA GROUP)]]> Herlin Soelistiyani - 132001134 Penulis Drs. R. Hari Adianto, MT. Dosen Pembimbing 1 0425127201 - Hendang S. Rukmi, ST,, M.T. Dosen Pembimbing 2
CV. Angkasa Group adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang penerbitan, percetakan, perdagangan buku dan alat peraga pendidikan. Dari wawancara dengan Manager Operasional, diketahui bahwa beberapa kali bagian produksi tidak bisa mencapai target produksi yang telah ditetapkan. Banyak faktor penyebab ketidakberhasilan pencapaian target produksi, misalnya faktor mesin, faktor bahan baku, dan faktor manusia. Menurut Manager Operasional, faktor utama penyebab kondisi yang terjadi di bagian produksi tersebut adalah karyawan, bukan mesin atau bahan baku. Mesin-mesin yang dimiliki perusahaan masih dalam kondisi yang baik dan jarang sekali rusak. Demikian pula dengan bahan baku yang tidak pernah datang terlambat. Alasan Manager Operasional mengatakan bahwa karyawan menjadi faktor penyebab utama tidak tercapainya target adalah fakta bahwa karyawan sering absen, pada saat bekerja karyawan sering terlihat mengobrol, malas-malasan, mengantuk, dan sering meninggalkan mesin pada saat sedang bekerja, sehingga pekerjaan yang mereka lakukan menjadi lebih lama selesai. Manager Operasional menduga bahwa rendahnya kinerja karyawan (yang dicirikan dengan tidak tercapainya target produksi) disebabkan faktor kepuasan kerja dan motivasi yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor kepuasan kerja dan motif apa saja yang berpengaruh dan berapa besar pengaruhnya terhadap kinerja karyawan serta usaha-usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja karyawannya. Penelitian ini dilakukan dengan responden adalah seluruh karyawan bagian produksi CV. Angkasa group yang terdiri dari 30 orang. Data-data penelitian diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner yang kemudian diolah dengan menggunakan analisis multi regresi linier, sehingga dapat diketahui seberapa besar pengaruh antara variabel kepuasan kerja dan motif terhadap kinerja karyawan. Kepuasan kerja berdasarkan Minnesota Satisfaction Questionaire (MSQ), motif berdasarkan Maslow, dan kinerja karyawan berdasarkan Mangkunegara.