// <![CDATA[USULAN PENINGKATAN KUALITAS SISTEM PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MODEL BEHAVIORAL CYBERNETICS OF EDUCATIONAL ERGONOMICS (STUDI KASUS JURUSAN TEKNIK INDUSTRI ITENAS)]]> Puspita RiniI - 132002074 Dosen Pembimbing 1 Ir. Dwi Novirani Ir. Abu Bakar
Komitmen Itenas dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi yang dijabarkan dalam visinya, yaitu menjadi penyelenggara pendidikan tinggi yang mendidik dan mengembangkan sumber daya manusia sehingga memiliki watak inovatif dan berwawasan kewirausahaan, mampu berperan aktif dalam pengkajian dan pengembangan teknologi serta industri. Peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi dapat dilakukan melalui sistem pembelajaran mahasiswa, sehingga lulusan yang dihasilkan merupakan sumber daya manusia yang berkualitas. Adapun Perfomance Indikators (PI) berdasarkan TPSDP (Sumber: TPSDP Batch II Industrial Engineering Department-Itenas,2006), suatu sistem pembelajaran yang berkualitas dapat dilihat antara lain: 1) Average length of study (rata-rata lamanya masa studi mahasiswa) 2) Study program akreditation (akreditasi program studi) 3) Average of graduate GPA (rata-rata IPK lulusan mahasiswa) 4) Average TOEFL (rata-rata nilai TOEFL) 5) Graduate’s waiting time to get 1job (waktu tunggu lulusan untuk memperoleh kerja pertama kali). st Salah satu pendekatan pengukuran kualitas di sektor pendidikan tinggi adalah dengan model Behavioral Cybernetics of Educational Ergonomics yang dikembangkan oleh Thomas J Smith pada tahun 1998. Instrumen ini membagi kualitas layanan ke dalam tujuh dimensi, yaitu: community and family factors, academic program, teaching, organizational design and management, classroom/building ergonomics, personal factors, and class design. Pada penelitian ini hanya digunakan enam dimensi yaitu academic program, teaching, organizational design and management, classroom/building ergonomics, personal factors, and class design yang kemudian diuraikan menjadi dua puluh enam subdimensi, karena disesuaikan dengan kondisi di Jurusan Teknik Industri Itenas dan tujuan penelitian. Dalam penelitian ini dilakukan analisis kualitas pelayanan pendidikan tinggi terhadap mahasiswa jurusan Teknik Industri Itenas, dengan menggunakan metode Importance and Perfomance Matrix. Pada analisis Importance and Performance Matrix, dilakukan pemetaan menjadi empat kuadran untuk seluruh variabel/ subdimensi yang mempengaruhi kualitas pelayanan. Kesimpulan yang diperoleh, subdimensi yang masuk dalam kuadran I sebanyak 3 subdimensi, kuadran II sebanyak 18 subdimensi, dan kuadran III sebanyak 5 subdimensi. Selanjutnya, untuk menentukan usulan perbaikan peningkatan kualitas sistem pembelajaran ini, hanya fokus pada kuadran I. Kuadran I adalah adalah wilayah yang memuat faktor-faktor yang dianggap penting oleh mahasiswa, tetapi pada kenyataannya faktor-faktor ini belum sesuai seperti yang diharapkan mahasiswa (tingkat kepuasan yang diperoleh masih rendah). Variabel-variabel yang masuk kuadran ini harus ditingkatkan kinerja pelayanannya. Berdasarkan analisis peningkatan kualitas sistem pembelajaran untuk subdimensi 15 yaitu tersedianya fasilitas kelas (meja, kursi, papan tulis, dan lain-lain) yang memberikan kenyamanan kepada mahasiswa selama perkuliahaan; usulannya ialah mengganti black board dengan white board, memasang AC di ruang kelas. Subdimensi 19 yaitu kemampuan bahasa yang dimiliki oleh mahasiswa untuk memahami referensi kuliah (terutama bahasa Inggris); usulannya ialah pihak jurusan menyediakan fasilitas yang lengkap untuk laboratorium bahasa, melakukan presentasi dengan menggunakan bahasa inggris, mewajibkan TOEFL-like test setiap 2 tahun sekali kepada mahasiswa. Subdimensi 25 yaitu terlaksananya jadwal kuliah dalam satu hari dengan teratur/tidak bentrok (1 hari = 3 mata kuliah = +/- 9 jam); usulannya ialah petugas akademik harus dapat mengatur jadwal sebaik mungkin yaitu dengan membuat Sistem Informasi Manajemen yang baru yang lebih terkomputerisasi mengenai penjadwalan kuliah.