// <![CDATA[MODEL SIMULASI SISTEM LALU LINTAS DUA ARAH]]> Ambar Suwardi - 132002066 Penulis 0430056901 - Emsosfi Zaini, Ir., M.T Dosen Pembimbing 1 0430117501 - R. Cahyadi Nugraha S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Sistem lalu lintas secara umum dapat disebut sebagai sistem antrean, hanya saja terdapat kekhasan yang membedakannya dengan sistem antrean pada umumnya. Misalnya perilaku pengguna jalan yang memiliki kecenderungan untuk menggunakan keseluruhan lebar jalan dan adanya delay response yang tidak dapat diabaikan dari sistem tersebut. Interaksi antar entitas pengguna server yang kompleks pun menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi performansi sistem lalu lintas. Persoalan yang timbul kemudian yaitu terbentuknya kepadatan, kemacetan, dan kecelakaan lalu lintas. Usaha untuk memperbaiki kondisi tersebut dapat dilakukan dengan melakukan eksperimen pada sistem nyata. Hanya saja banyak ditemui kesulitan apabila eksperimen dilakukan di tempat secara langsung, seperti konstruksi sistem baru yang sangat mahal dan lama serta mengganggu pengguna jalan. Oleh karena itu model simulasi komputer dapat digunakan untuk melakukan eksperimen tersebut. Model simulasi sistem lalu lintas yang telah ada saat ini yaitu sistem lalu lintas dua jalur satu arah. Langkah logis selanjutnya yang mungkin dilakukan adalah mengembangkan model simulasi sistem lalu lintas dua jalur dua arah. Sistem lalu lintas dua jalur dua arah dapat lebih merepresentasikan perilaku pengguna jalan karena adanya penggunaan dua arah yang berlawanan. Atas dasar pertimbangan tersebut maka dilakukan penelitian untuk menghasilkan suatu model sistem lalu lintas dua jalur dua arah dengan menggunakan simulasi komputer untuk menganalisis perilaku dari pengguna jalan pada lalu lintas. Perilaku dan performansi dari sistem lalu lintas ditentukan berdasarkan interaksi antara pengemudi, kendaraan, jalan, dan pengaturan. Ukuran performansi ditentukan berdasarkan rata-rata waktu tempuh kendaraan melewati suatu segmen tertentu pada ruas jalan serta rata-rata panjang antrean yang terjadi pada suatu jalur dan segmen tertentu dari jalan. Model simulasi yang dikembangkan mencakup perhitungan akselerasi, kecepatan, dan posisi. Perangkat lunak yang digunakan dalam merancang implementasi model simulasi lalu lintas ini yaitu bahasa pemrograman Java. Model simulasi sistem lalu lintas yang dihasilkan bersifat umum sehingga dapat diterapkan pada beberapa kasus yang berbeda. Model yang dihasilkan mampu menampilkan perilaku pindah jalur di dua jalur yang berbeda arah. Perilaku kendaraan pada model menyerupai perilaku yang terjadi pada kasus nyata, sehingga model yang dihasilkan memberikan keluaran yang masuk akal