// <![CDATA[INTEGRASI ISO 9001 DAN ISO 14001 UNTUK PENGUKURAN, ANALISIS, DAN PERBAIKAN DI INDUSTRI MANUFAKTUR ( STUDI KASUS DI PT. COATS REJO INDONESIA)]]> Arie Desrianty, S.T., M.T Dosen Pembimbing 2 Wistie Oktavian / 132002137 Penulis Ir. Yuniar., MT Dosen Pembimbing 1
ISO 9001 dan ISO 14001 merupakan merupakan standar yang serupa, kedua standar tersebut mensyaratkan organisasi untuk membuat kebijakan, mendefinisikan tugas dan tanggung jawab, menunjuk Manager Representative, dan melatih karyawannya. Untuk meningkatkan performansi, kedua standar tersebut perlu diintegrasikan. Proses integrasi dimulai dengan menuliskan elemen ISO 14001 ke dalam klausul ISO 9001 berdasarkan persesuaian ISO 9001:2000 dan ISO 14001: 1996 yang telah ditetapkan. Perusahaan yang akan menerapkan sistem manajemen mutu dan lingkungan terintegrasi perlu melalui tahap-tahap hingga akhirnya ISO 9001 dan ISO 14001 dapat diterapkan secara bersama-sama tanpa adanya duplikasi tugas manajemen. PT. Coats Rejo Indonesia merupakan salah satu perusahaan swasta benang jahit di Indonesia. Pada saat ini perusahaan telah menerapkan ISO 9001:2000 sejak tahun 2005 dan terdapat departemen Environmental, Health and Safety (EHS) serta telah mempunyai sertifikat OEKOTEX yang menyatakan bahwa limbah yang dikeluarkan perusahaan telah bebas dari bahan kimia berbahaya. Hal ini memperlihatkan bahwa perusahaan telah menyadari untuk menjaga kualitas sistem manajemen mutu dan memperhatikan lingkungan. PT. Coats Rejo Indonesia juga perlu menerapkan ISO 14001 karena ISO 14001 membantu perusahaan dalam mengatur sistem manajemen lingkungan. Oleh karena itu perlu dilakukan integrasi ISO 9001 dan ISO 14001 agar perusahaan dapat menerapkan kedua standar tersebut tanpa adanya duplikasi tugas manajemen. Penelitian ini menerapkan integrasi ISO 9001 dan ISO 14001 pada tahap persiapan, yaitu merancang klausul terintegrasi, melakukan gap analysis dengan menggunakan checklist yang telah terintegrasi, wawancara dan pengamatan dokumentaasi, kemudian menganalisis hasil gap analysis dan mengidentifikasi langkah-langkah persiapan penerapan sistem manajemen terintegrasi. Perancangan klausul terintegrasi dan checklist terintegrasi dilakukan dengan menuliskan elemen ISO 14001 ke dalam klausul ISO 9001 berdasarkan persesuaian ISO 9001:2000 dan ISO 14001: 1996 yang telah ditetapkan. Perancangan manual dan prosedur terintegrasi yang merupakan salah satu langkah persiapan penerapan sistem manajemen mutu dan lingkungan terintegrasi, dilakukan dengan mengadopsi manual dan prosedur yang telah dimiliki perusahaan dan disesuaikan dengan klausul terintegrasi yang telah dirancang sebelumnya. Langkah-langkah persiapan dalam implementasi sistem manajemen mutu dan lingkungan yang harus dilakukan oleh perusahaan adalah sebagai berikut: menetapkan komitmen yang kuat pada manajemen puncak, membentuk tim untuk penerapan sistem manajemen mutu dan lingkungan terintegrasi, membuat perencanaan untuk penerapan sistem manajemen mutu dan lingkungan terintegrasi, melaksanakan gap analysis, memberikan pelatihan sistem manajemen mutu dan lingkungan terintegrasi untuk anggota tim, menunjuk seorang Manager Representative, membuat sebuah manual atau kebijakan manual dari sistem manajemen kualitas dan lingkungan yang terintegrasi, melaksanakan pendokumentasian sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh sistem manajemen mutu dan lingkungan terintegrasi, membuat prosedur-prosedur terintegrasi, menyelenggarakan pelatihan untuk karyawan mengenai sistem manajemen mutu dan lingkungan terintegrasi.