// <![CDATA[PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN JASA RITEL DENGAN MENGGUNAKAN METODA QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) (STUDI KASUS DI RITEL CIRCLE K DAGO)]]> Indah Indriany Gultom - 132002071 Penulis 0409066802 - Caecilia Sri Wahyuningsih, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1 0430127601 - Arie Desrianty S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Di era globalisasi sekarang ini persaingan bisnis menjadi sangat tajam. Hal ini ditandai dengan kemajuan perekonomian global yang mendorong pertumbuhan bisnis di berbagai sektor, salah satunya terjadi pada sektor jasa. Banyak peluang muncul dalam sektor ini, sehingga persaingan bisnis jasa semakin ketat. Agar dapat bertahan dalam persaingan antar perusahaan sejenis lainnya, perusahaan harus mempersiapkan diri sebaik mungkin. Salah satu dunia industri jasa yang berkembang dengan cepat saat ini ialah industri ritel. Usaha atau bisnis ritel di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat beberapa tahun terakhir ini, dengan berbagai jenis format serta jenisnya. Salah satu contoh perusahaan yang bergerak dalam bisnis ritel saat ini adalah Circle K. Circle K adalah perusahaan yang bergerak di industri ritel food dan non food dengan konsep convenience store. Convenience store memiliki variasi dan jenis produk yang terbatas dan ditujukan kepada konsumen yang membutuhkan pembelian dengan cepat tanpa harus mengeluarkan upaya yang besar dalam mencari produk-produk yang diinginkan ( Christina, 2006). Circle K sudah sangat terkenal di seluruh dunia dengan menawarkan produk-produk yang berkualitas dan pelayanannya yang cepat dan ramah. Perkembangan industri ritel Circle K di Indonesia saat ini sudah sangat berkembang khususnya kota Bandung oleh karena itu ritel Circle K di Indonesia dan khususnya di kota Bandung harus mampu bersaing dengan pesaingnya dalam memberikan kualitas layanan yang terbaik terhadap konsumen /pelanggannya dan bagaimana pihak Circle K mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen /pelanggannya terhadap sebuah ritel Circle K dengan tepat dikarenakan adanya perbedaan antara ritel Circle K dengan ritel-ritel lainnya. Perbedaan tersebut terlihat dari lama waktu operasional yaitu 24 jam sehari dalam 7 hari, kemudian jenis barang yang tersedia dimana Circle K tergolong convenience store yang memfokuskan diri kepada penyediaan dan penjualan makanan dan minuman yang bersifat immediate consumption (yang dikonsumsi segera) dan juga menjual barang groceries dalam jumlah yang sedikit. Dengan adanya perkembangan dan persaingan dalam bisnis ritel yang sangat pesat di Indonesia saat ini khususnya di kota Bandung, hal ini membuat ritel-ritel dengan konsep convenience store berpacu untuk memberikan kualitas yang terbaik. Untuk itu dalam hal ini ritel yang berkonsepkan convenience store tersebut adalah Circle K agar mampu bersaing dengan ritel-ritel lainnya untuk memberikan kualitas layanan yang terbaik. Pengaruh hal-hal tersebut terhadap Circle K ialah konsumen /pelanggannnya menjadi sedikit atau berkurang. Untuk itu pihak Circle K harus mampu melakukan peningkatan terhadap kualitas pelayanannya agar menjadi ritel dengan konsep convenience store yang terbaik. Saat ini perkembangan Circle K di kota Bandung sangat baik, tetapi salah satu cabangnya yaitu Circle K cabang Dago (sepanjang Jl.Ir. H. Djuanda) kondisinya saat ini ialah kurangnya jumlah konsumen/ pelanggan pengguna jasa ritel Circle K, baik itu dari masyarakat di kota Bandung ataupun yang berasal dari luar kota Bandung. Tetapi bila dilihat dari lokasi berdirinya Circle K sepanjang Jl. Ir. H. Djuanda, lokasi tersebut merupakan kawasan bisnis yang ramai didatangi oleh masyarakat Bandung dan juga dari luar Bandung. Oleh karena itu pihak manajemen Circle K harus mampu untuk dapat meningkatkan pelayanannya sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen dengan tepat sehingga pada akhirnya tujuan untuk mencapai kepuasan konsumen dan peningkatan jumlah pelanggannya akan tercapai.