// <![CDATA[USULAN STRATEGI PEMASARAN SHUTTLE SERVICE DI REVIN TOURS MENGGUNAKAN MARKETING MIX 7P]]> Prof. Dr. Harsono Taroepratjeka, M.S.E Dosen Pembimbing 1 0424116602 - Dwi Novirani ST., MT. Dosen Pembimbing 2 HERLINA OKTAVIANI / 13-2001-056 Penulis
Adanya jalan tol Cipularang yang menghubungkan Bandung-Jakarta dengan waktu tempuh jam membuat jarak tempuh Bandung-Cengkareng menjadi lebih dekat. Hal ini sangat mempermudah masyarakat Bandung yang akan berpergian menggunakan jasa penerbangan dikarenakan jeda waktu menunggu yang singkat, dan juga merupakan peluang bisnis bagi perusahaan yang menawarkan jasa jemput-antar (Shuttle Service) dengan tujuan Bandung-Cengkareng. Pada penelitian ini dilakukan usulan strategi pemasaran yang baru tanpa menghilangkan strategi pemasaran yang lama untuk memenuhi target perusahaan yang ingin meningkatkan jumlah penumpangnya menjadi 1800 orang menggunakan taktik pemasaran yaitu marketing mix. Metode analisis yang digunakan adalah marketing mix 7P yaitu Product, Price, Place, Promotion, Process, People, Physical Evidence, Sedangkan untuk pengukuran kepuasan penumpang dilakukan menggunakan Importance-performance matrix Langkah awal dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi variabel-variabel dengan menggunakan marketing mix 7P berdasarkan buku Total Quality Management (TQM) oleh Vincent Gaspersz. Variabel-variabel hasil identifikasi di buat kedalam bentuk kuesioner yang terbagi dalam kuesioner kepentingan dan kuesioner kepuasan. Kuesioner tersebut disebarkan kepada 100 responden untuk penumpang. Langkah berikutnya, dilakukan perhitungan nilai indeks kinerja kepentingan dan kepuasan penumpang. Rekapitulasi dari nilai indeks kinerja kepentingan dan kepuasan diplot ke dalam diagram Importance-performance matrix untuk mengetahui variabel mana yang perlu di prioritaskan peningkatan performansinya atau yang perlu dipertahankan. Pada kuadran I terdapat 10 variabel yang dipentingkan oleh penumpang akan tetapi tingkat kepuasan yang dirasakan penumpang masih rendah. Sehingga diperoleh strategi pemasaran yaitu menambah frekuensi keberangkatan dengan menggunakan armada yang tersedia, pengadaaan armada tambahan dilakukan dengan menyewa mobil sejenis, misal menjalin kerjasama dengan rental mobil atau dealer-dealer mobil, sistem pembayaran yang jelas, pada setiap kuitansi pembayaran dilampirkan brosur yang berisi informasi-informasi mengenai fasilitas yang ditawarkan, koordinator supir memberikan penjelasan pada setiap supir mengenai prosedur antar jemput,serta memantau sebelum dan sesudah keberangkatan, atasan memberikan pengarahan pada karyawan baru mengenai tanggung jawab terhadap setiap calon penumpang, koordinator supir memotivasi setiap supir agar bekerja dengan baik, memberikan informasi tentang biaya tambahan untuk beban dan besar maksimum barang bawaan penumpang, pada brosur shuttle service terdapat informasi cara pemesanan shuttle service yang dapat dilakukan via telepon, adanya feeder, harga yang ditawarkan,menyediakan layanan sms untuk mengatasi keluhan dan saran.