// <![CDATA[PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK AIR MINUM DALAM KEMASAN BOTOL 600ML MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DI PT.MUAWANAH AL-MA'SOEM]]> Yasir Dorga - 132001154 Penulis Prof. Dr. Harsono Taroepratjeka, M.S.E Dosen Pembimbing 1 0410126901 - Lisye Fitria, S.T., M.T. Penulis
PT. Muawanah Al-Ma’soem merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang pangan yaitu memproduksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). PT. Muawanah Al-Ma’soem memproduksi empat jenis produk AMDK yaitu AMDK Cup 240 ml, AMDK Botol 600 ml, AMDK Botol 1500 ml, AMDK Galon dengan merk dagang Al-Ma’soem. Dari identifikasi awal terhadap semua jenis produk AMDK yang diproduksi di PT. Muawanah Al-Ma’soem ternyata produk AMDK botol 600 ml merupakan produk yang paling banyak mengandung jumlah cacat. Untuk itu diperlukan sistem pengendalian kualitas yang baik sehingga dapat meminimasi jumlah cacat tersebut agar keuntungan perusahaan dapat meningkat serta tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk AMDK Al-Ma’soem tetap terjaga. Salah satu alat pengendalian kualitas yang mampu mengatasi permasalahan tersebut adalah metode Six Sigma. Six Sigma merupakan metode yang fokus dalam memenuhi keinginan konsumen dan bertujuan untuk menghasilkan produk berkualitas melalui 5 tahapan, yaitu Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control (DMAIC). Berdasarkan hasil pengolahan data awal (sebelum perbaikan) diketahui bahwa jenis cacat yang menjadi persoalan penting untuk diminimasi jumlah cacatnya. Penentuan CTQ yang berpotensi menyebabkan cacat tutup ada 11 jenis cacat. Berdasarkan hasil perhitungan kapabilitas proses dan performansi perusahaan diperoleh nilai DPMO proses sebesar 740, 787 dan nilai sigma proses sebesar 4, 678. Nilai DPMO proses dan nilai sigma proses sebelum perbaikan selanjutnya dianalisis untuk mengetahui penyebab masalah cacat tutup dengan menggunakan Cause Effect Diagram. Cause Effect Diagram dibuat dengan cara melakukan pengamatan langsung dan hasil wawancara dengan pihak perusahaan agar dapat menghasilkan tindakan perbaikan yang sangat efektif. Tindakan perbaikan yang dapat dilakukan adalah penempatan tutup yang terpisah, proses capping yang berbeda untuk tutup yang berbeda jenis (April Mas dan SU 4), penghentian proses capping dengan mesin capper jika mesin rusak (gear box aus), dan pemindahan posisi operator labelling menjadi berada sesudah belokan atau skat. Langkah selanjutnya adalah melakukan tindakan pengendalian dengan menghitung kembali DPMO proses dan nilai sigma proses setelah dilakukan tindakan perbaikan. Hasilnya diperoleh penurunan nilai DPMO proses menjadi 152, 033 dan peningkatan nilai sigma menjadi 5,112 yang dapat diartikan sebagai terjadinya peningkatan kualitas dari produk AMDK botol 600 ml.