ANALISIS ELEMEN BRAND EQUITY MAJALAH GREY
Majalah GREY merupakan produk baru di pasar majalah remaja kota Bandung. Positioning yang diterapkan pada majalah GREY adalah ”Majalah putih abunya Bandung”. Maksudnya, majalah ini ditujukan untuk konsumen remaja usia SMA di kota Bandung. Sebagai produk baru, GREY harus bisa membangun mereknya menjadi merek yang kuat agar bisa bersaing dan menguasai pasar. Stephen King seorang pakar dari WWP Group menyebutkan bahwa ”Produk adalah sesuatu yang dibuat di pabrik; merek adalah sesuatu yang dibeli oleh konsumen. Produk bisa ditiru kompetitor; merek adalah unik. Produk bisa dengan cepat ketinggalan zaman; merek yang berhasil tidak terhingga masanya” (Aaker, 1997). Alasan itulah yang mendasari mengapa GREY harus membangun mereknya untuk bisa bersaing dan menguasai pasar. Untuk membangun merek yang kuat, perlu dilakukan analisis elemen brand equity yang dimiliki majalah GREY.
Dalam penelitian ini, analisis elemen brand equity yang dilakukan meliputi brand awareness, brand association, perceived quality, dan brand loyalty pada majalah GREY. Pengukuran brand awareness dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana masyarakat mengetahui keberadaan majalah GREY. Pengukuran brand association dilakukan untuk mengetahui persepsi apa yang timbul di benak masyarakat mengenai majalah GREY, apakah persepsi yang timbul sudah sesuai dengan positioning yang diterapkan oleh pihak GREY atau belum. Pengukuran perceived quality dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat akan kualitas majalah GREY secara keseluruhan. Pengukuran brand loyalty dilakukan untuk mengetahui seberapa besar loyalitas masyarakat yang mengkonsumsi majalah GREY.
Hasil pengukuran menyatakan brand equity GREY masih belum kuat. Hal ini terlihat dari tingkat kesadaran masyarakat akan keberadaan majalah GREY masih kurang dari 50 %, persepsi yang timbul mengenai majalah GREY masih terlampau banyak walaupun diantaranya cukup sesuai dengan positioning yang diterapkan, performansi majalah GREY yang belum memuaskan walaupun sudah memiliki atribut-atribut yang penting secara keseluruhan, serta tingkat loyalitas konsumen GREY yang masih sebesar 56,863 % dari keseluruhan sampel penelitian.
Hasil pengukuran yang diperoleh merupakan informasi penting bagi pihak GREY akan kondisi mereknya. Berdasarkan kondisi tersebut, GREY dapat menentukan langkah dalam strategi pemasarannya
Detail Information
Citation
APA Style
. (2007).ANALISIS ELEMEN BRAND EQUITY MAJALAH GREY ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.ANALISIS ELEMEN BRAND EQUITY MAJALAH GREY ().Teknik Industri:FTI,2007.Text
MLA Style
.ANALISIS ELEMEN BRAND EQUITY MAJALAH GREY ().Teknik Industri:FTI,2007.Text
Turabian Style
.ANALISIS ELEMEN BRAND EQUITY MAJALAH GREY ().Teknik Industri:FTI,2007.Text