// <![CDATA[PEMILIHAN PESAWAT PENUMPANG BERJADWAL DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS SPILL.]]> MUHAMAD ARDANI HARAHAP / 13.1999.126 / TI Penulis 0428096602 - Ir. Yanti Helianty, MT Dosen Pembimbing 1 0410126901 - Lisye Fitria S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Pelayanan jasa transportasi merupakan sarana dalam melakukan pergerakan baik orang maupun barang, dari tempat asal ke tempat tujuan. Peran transportasi semakin menonjol sejalan dengan meningkatnya sistem aktivitas yang dilakukan orang maupun barang ke berbagai tempat tujuan. PT Lion Mentari Airlines atau yang lebih dikenal sebagai PT Lion Air sebagai salah satu maskapai penerbangan yang bergerak dalam sarana transportasi udara, berupaya untuk melakukan peningkatan pelayanan jasa angkutan udara. Salah satu masalah yang dihadapi PT Lion Air adalah menentukan jenis pesawat penumpang untuk rute tertentu. Bila kondisi ini dibiarkan akan berdampak tidak sehat bagi PT Lion Air. Maskapai akan menderita kerugian hilangnya pendapatan karena tidak terangkutnya konsumen dan biaya operasional pesawat yang besar karena tidak sesuainya pengoperasian pesawat sesuai dengan rute penebangan. Salah satu cara untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan menggunakan metoda analisis spill. Penggunaan metoda ini dapat membantu maskapai menentukan jenis pesawat penumpang yang dapat meminimasi jumlah penumpang yang tidak terangkut berdasarkan nilai spill yang dihasilkan. Nilai spill tersebut kemudian dikombinasikan dengan perhitungan biaya operasional tiap pesawat penumpang sehingga dapat ditentukan pesawat yang dapat meminimasi jumlah penumpang yang tidak terangkut dengan biaya operasional yang sesuai dengan rute penerbangan. Dengan demikian pesawat yang terpilih tidak hanya memberikan manfaat positif bagi calon penumpang, tapi juga bagi maskapai penerbangan dalam hal ini PT Lion Air. Berikut hasil perhitungan analisis spill untuk tiap rute penerbangan yang diamati: Untuk rute Jakarta – Yogyakarta pesawat yang terpilih berdasarkan analisis spill adalah A 319. Dimana pesawat A 319 menghasilkan 1 (satu) orang yang tidak terangkut. Sedangkan berdasarkan total biaya, pesawat yang terpilih adalah BAe 146 200 dengan kapasitas 100 penumpang. Terpilihnya BAe 146 200 karena menghasilkan total biaya yang paling rendah yaitu sebesar US$ 5963,55. Total biaya tersebut didapat dari biaya operasional langsung pesawat yaitu US$ 5165,72 ditambah dengan biaya spill akibat tidak terangkutnya penumpang sebanyak 20 orang sebesar US$ 797,83. Untuk rute Jakarta – Denpasar pesawat yang terpilih berdasarkan analisis spill adalah A 319. Dimana pesawat A 319 menghasilkan 1 (satu) orang yang tidak terangkut. Sedangkan berdasarkan total biaya, pesawat yang terpilih adalah B 737 500 dengan kapasitas 132 penumpang. Terpilihnya B 737 500 karena menghasilkan total biaya yang paling rendah yaitu sebesar US$ 8490,20.. Total biaya tersebut didapat dari biaya operasional langsung pesawat yaitu US$ 8298,14 ditambah dengan biaya spill akibat tidak terangkutnya penumpang sebanyak 3 orang sebesar US$ 192,07. Untuk rute Jakarta – Ujung Pandang pesawat yang terpilih berdasarkan analisis spill adalah A 319. Dimana pesawat A 319 menghasilkan 1 (satu) orang yang tidak terangkut. Sedangkan berdasarkan total biaya, pesawat yang terpilih adalah B 737 500 dengan kapasitas 132 penumpang. Terpilihnya B 737 500 karena menghasilkan total biaya yang paling yaitu rendah sebesar US$ 9628.33. Total biaya tersebut didapat dari biaya operasional langsung pesawat yaitu US$ 9374,42 ditambah dengan biaya spill akibat tidak terangkutnya penumpang sebanyak 4 orang sebesar US$ 253,91