// <![CDATA[USULAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN METODE SERVICE QUALIY ( SERVQUAL ) DI SMP ADHI KARYA.]]> YANTI DIANTI / 13.2001.198 / TI Penulis Hari Adianto, Drs, MT. Dosen Pembimbing 1 0430127601 - Arie Desrianty S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Dengan semakin banyaknya sekolah-sekolah swasta yang bisa dipilih menyebabkan jumlah siswa yang masuk SMP Adhi Karya mengalami penurunan, sehingga SMP Adhi Karya harus berusaha meningkatkan jumlah pelajar, serta meningkatkan citra sekolah yang baik dikalangan pelajar, orang tua, dan masyarakat luas. Untuk itu SMP Adhi Karya harus dapat memberikan layanan pendidikan yang berkualitas sehingga dapat memenuhi harapan para siswa dan dapat menarik calon siswa yang akan menggunakan jasa pendidikan dari sekolah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan perbaikan kualitas pelayanan yang dapat dilakukan oleh SMP Adhi Karya untuk meningkatkan kualitas pelayanan jasa pendidikan dan kepuasan siswa. Agar usulan tepat pada sasaran, terlebih dahulu dilakukan pengukuran kualitas pelayanan. Pengukuran kualitas pelayanan dilakukan dengan cara menghitung kesenjangan yang terjadi antara persepsi manajemen dan ekspektasi konsumen (gap 1), serta kesenjangan yang terjadi antara persepsi konsumen dan ekspektasi konsumen (gap 5). Penentuan variabel kualitas jasa dilakukan dengan mengidentifikasi dimensi kualitas jasa yang mengacu pada dimensi kualitas pelayanan jasa menurut Gronroos (1990) yaitu Technical Quality, Functional Quality dan Corporate Image. Dari ketiga dimensi tersebut diperoleh 37 variabel untuk menilai kualitas pelayanan jasa pendidikan yang diberikan SMP Adhi Karya dan disebarkan melalui kuesioner. Kuesioner tersebut disebarkan kepada seluruh siswa SMP Adhi Karya dengan jumlah 198 orang dan 4 orang dari pihak sekolah yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan karyawan. Dari hasil pengolahan data, untuk gap 1 yang merupakan kesenjangan dari persepsi manajemen dan ekspektasi konsumen, diperoleh 5 variabel yang mengalami kesenjangan, yaitu ketersediaan fasilitas penunjang (kantin, mushola, toilet, tempat parkir motor dan sepeda), ketersediaan bahan dan alat-alat praktikum, kesesuaian pendidikan guru dengan mata pelajaran yang diajarkan, ketersediaan televisi sebagai media untuk belajar di laboratorium, ketersediaan komputer untuk praktikum/kegiatan belajar siswa. Untuk gap 5 yang merupakan kesenjangan dari persepsi konsumen dan ekspektasi konsumen, diperoleh 6 variabel yang mengalami kesenjangan, yaitu guru hadir dalam pembelajaran sesuai jadwal, siswa berhasil dalam belajar pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi (masuk SMA negeri di daerah Rancaekek, Majalaya dan Cicalengka), ketersediaan komputer untuk praktikum/kegiatan belajar siswa, ketersediaan bahan dan alat-alat praktikum, ketersediaan televisi sebagai media untuk belajar di laboratorium, ketersediaan fasilitas penunjang (kantin, mushola, toilet, tempat parkir motor dan sepeda). Usulan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan jasa pendidikan dan kepuasan siswa antara lain menekankan kepada guru untuk lebih disiplin dalam pelaksanaan waktu mengajar, guru yang mengajar mata pelajaran memiliki keterkaitan dengan latar belakang pendidikannya, memperbaiki metode pembelajaran dan memberikan pelajaran tambahan, kepala sekolah dan wakil kepala sekolah mengadakan evaluasi serta pembinaan terhadap penyaluran dan penggunaan dana yang bersumber dari pemerintah dan non pemerintah, menambah beberapa unit komputer dan peralatan laboratorium, membagi 2 jadwal praktikum untuk satu kelas, mengatur tempat dan posisi parkir motor dan sepeda dengan menggunakan halaman kantor. Usulan perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan jasa pendidikan yang diberikan SMP Adhi Karya, sehingga dapat memenuhi harapan para siswa dan diharapkan dapat meningkatkan jumlah pelajar, serta meningkatkan citra sekolah yang baik di kalangan pelajar, orang tua dan masyarakat luas.