// <![CDATA[PERBAIKAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN PENDEKATAN HUMAN CENTERED DESIGN DI STRANOUGH GUITAR BUILDER & MUSIC INST.]]> DITTO ANGGORO UTOMO / 13.2000.061 / TI Penulis 0428096602 - Ir. Yanti Helianty, MT Dosen Pembimbing 1 0430127601 - Arie Desrianty S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Sistem kerja adalah suatu kesatuan yang terdiri dari empat komponen utama yaitu manusia, mesin, material, peralatan dan lingkungan kerja untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Untuk dapat merancang sistem kerja yang baik, seorang perancang harus dapat menguasai dan mengendalikan komponen yang membentuk suatu sistem kerja tersebut (Sutalaksana,1979). Stranough Guitar Builder & Music Inst. merupakan perusahaan yang memproduksi alat musik gitar akustik maupun gitar elektrik sesuai pesanan dan dibuat secara manual (hand made). Permasalahan yang terjadi pada perusahaan adalah kondisi lingkungan kerja yang ada di divisi produksi kurang menunjang performansi pekerja dari segi penyelesaian waktu. Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab sering terjadi keterlambatan penyerahan produk pada pemesan. Dalam penelitian ini perbaikan lingkungan kerja dilakukan dengan pendekatan Human Centered Design yang artinya sedapat mungkin lingkungan kerja dirancang untuk memenuhi batas-batas kemampuan dan keterbatasan manusia dalam menerima seluruh kondisi lingkungannya. Setelah rancangan perbaikan lingkungan kerja dibuat selanjutnya dilakukan implementasi perbaikan untuk mengetahui perubahan terhadap kondisi lingkungan kerja. Perbaikan yang dilakukan pada kondisi lingkungan kerja di divisi produksi adalah sebagai berikut: a. SK Pembentukan: Dilakukan penggunaan ear plug yang dapat mengurangi tingkat kebisingan hingga 30 dB. Temperatur dan kelembaban ruang kerja dikendalikan dengan pemasangan dan pemeliharaan secara rutin exhaust fan. Untuk pencahayaan dilakukan pemasangan 2 buah lampu TL berdaya 23 Watt yang diletakkan di langit-langit ruangan dan 1 buah lampu TL berdaya 18 Watt di dinding dekat meja kerja. Untuk mengurangi kelelahan mata pekerja dilakukan penggunaan warna coklat muda pada meja kerja sehingga menimbulkan kontras antara meja kerja dan material yang digunakan. b. SK Pengamplasan: Kebisingan yang timbul pada waktu tertentu dapat dikendalikan dengan penggunaan ear plug. Untuk mengendalikan temperatur dan kelembaban di stasiun kerja ini dilakukan pemasangan exhaust fan pada jendela yang ada agar sirkulasi udara mengalir dengan baik dan mengurangi debu hasil pengamplasan yang mengumpul di ruang kerja. Untuk pencahayaan dilakukan pemasangan 1 buah lampu TL 23 Watt dan 1 buah lampu 18 Watt. Untuk menghindari tingkat pencahayaan berlebih dari sinar matahari yang masuk dapat dilakukan pemadaman lampu-lampu tersebut. c. SK Perakitan: Untuk mengendalikan kebisingan sewaktu-waktu yang timbul pada waktu tertentu dapat dilakukan penggunaan ear plug. Untuk mengendalikan temperatur dan kelembaban di stasiun kerja ini dilakukan pemasangan kipas angin dan pembersihan ventilasi secara berkala untuk memperlancar pergerakan udara dalam ruang kerja. Untuk pencahayaan dilakukan pemasangan 1 buah lampu TL 23 Watt di langit-langit ruang kerja dan 1 buah lampu 18 Watt di dekat meja kerja. Untuk mengurangi kelelahan mata pekerja dilakukan penggunaan warna coklat muda pada meja kerja sehingga menimbulkan kontras antara meja kerja dan material yang digunakan. Dengan adanya perbaikan terhadap kondisi lingkungan kerja di atas diketahui dapat mengatasi keluhan pekerja dan memperbaiki waktu baku penyelesaian produk. Berdasarkan uji statistika diketahui dapat merubah kondisi lingkungan kerja secara signifikan sesuai standar yang direkomendasikan.