// <![CDATA[HUNIAN TROPIS TEPI PANTAI JAKARTA]]> Pratya Aprilana / 21.2007.038 Dosen Pembimbing 1 Bambang Subekti, Ir., MT. Juarni Anita, Ir., M.Eng.
Hunian Tropis Tepi Pantai Jakarta merupakan suatu kawasan tempat tinggal yang terdiri dari; apartemen sebagai hunian vertikal yang memfasilitasi kebutuhan akan lingkungan rumah tinggal modern yang serba praktis dan efisien, dan townhouse yang merupakan hunian horizontal (rumah deret) yang memiliki tingkat privasi dan keamanan yang tinggi dibanding perumahan ataupun rumah tinggal pada umumnya, (termasuk fasilitas pendukungnya) yang memperhatikan aspek iklim tropis di daerah tepi pantai kota Jakarta. Apartemen merupakan salah satu jenis sarana tempat tinggal yang lazim ditemui di kota-kota besar seperti Jakarta. Seperti sarana tempat tinggal pada umumnya, apartemen juga memiliki fungsi utama sebagai hunian. Keberadaan apartemen di kota-kota besar selain sebagai solusi masalah lahan hunian yang semakin berkurang, juga berkaitan dengan gaya hidup masyarakat perkotaan. Masyarakat kelas atas atau high-end di perkotaan lebih menyukai hunian dengan tingkat privasi dan efisiensi yang tinggi. Karenanya apartemen menjadi salah satu pilihan masyarakat high-end ini untuk bertempat tinggal. Selain apartemen pilihan lainnya yaitu unit-unit townhouse atau perumahan mewah dengan jumlah unit terbatas. Meninjau gaya hidup masyarakat yang makin berkembang tersebut, maka pada proyek tugas akhir ini direncanakan suatu kawasan hunian yang terdiri dari unitunit apartemen dan townhouse yang mendukung gaya hidup masyarakat kelas atas. Isu green movements dan suistainable development juga lokasi proyek turut menjadi acuan bagi pemilihan tema dan judul proyek tugas akhir ini. Tema yang diambil adalah Arsitektur Tropis Modern yaitu suatu rancangan bentuk arsitektural dengan desain yang disesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini akan tetapi tetap memperhatikan isu tropikalitas dimana bangunan atau kawasan proyek tersebut berada. Perencanaan proyek ini diawali dengan menganalisa kondisi tapak, kebutuhan ruang, dan aktivitas yang akan terjadi. Setelah proses perencanaan, kebutuhan ruang yang dibutuhkan disesuaikan dengan luas tapak. Proses perencanaan menjadi titik awal untuk dilanjutkan menuju proses perancangan. Kemudian, segala aspek yang telah dituangkan dalam proses perencanaan dilanjutkan menjadi proses skematik. Semua proses tersebut menjadi satu kesatuan untuk mencapai proses perancangan yang utuh.