// <![CDATA[USULAN KEBIJAKAN TATA LETAK DAN ALOKASI SUMBER DAYA DALAM PENAMBAHAN KAPASITAS PRODUKSI. ( STUDI KASUS DI PT. PERTANI )]]> DHENDY HAMDANI / 132003.094 / TI Penulis 0003025502 - Dr. Kusmaningrum Soemadi, Ir., MT Dosen Pembimbing 1 0430117501 - R. Cahyadi Nugraha S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Dalam menetapkan kebijakan di dalam suatu perusahaan, diperlukan pertimbangan yang matang sebelum akhirnya kebijakan tersebut diterapkan di lapangan. Pertimbangan-pertimbangan tersebut perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kesalahan, meminimumkan ongkos, serta memaksimalkan efisiensi sumber daya dalam penerapannya. PT Pertani merupakan sebuah perusahaan BUMN yang bergerak di bidang agrobisnis yaitu memproduksi pupuk granule untuk keperluan pertanian. Saat ini permintaan pupuk granule kepada Pertani masih jauh di atas kapasitas perusahaan. 1 rangkaian mesin pupuk granule yang dimiliki saat ini hanya mampu berproduksi 1,5-2,5 ton per hari. Sedangkan permintaan mencapai 5-6 ton per hari. Karena itu, PT Pertani memutuskan untuk membeli satu rangkaian mesin pupuk granule yang baru. Terkait dengan penambahan satu rangkaian mesin tersebut, PT Pertani perlu menerapkan kebijakan-kebijakan baru untuk mengakomodasi peningkatan hasil produksi. Kebijakan baru yang perlu diterapkan di lapangan antara lain mengenai tata letak lantai produksi (dengan adanya mesin baru), jumlah tenaga kerja baru yang harus direkrut, penanganan produk jadi, serta apakah perlu membeli mesin mollen (pembuat bahan filler) tambahan untuk mendukung 2 rangkaian mesin pupuk granule. Semua kebijakan tersebut perlu dianalisa agar bisa meminimumkan ongkos produksi. Untuk menentukan kebijakan-kebijakan tersebut, di dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode simulasi serta didukung dengan perhitungan secara analitis. Metode simulasi digunakan untuk membandingkan antara kebijakan satu dengan lainnya dan metode analitis dibuat untuk mendukung hasil simulasi. Metode analitis yang dipakai antara lain adalah perhitungan jarak x frekuensi dari transportasi material handling pada lantai produksi, peta pekerja-mesin, serta perhitungan kapasitas mesin mollen secara manual. Hasil dari penelitian ini adalah tata letak 2 rangkaian mesin dengan jarak x frekuensi material handling terkecil (diletakkan secara vertikal, lihat gambar 5.12), merekrut 14 orang pekerja baru, menghilangkan operasi penumpukkan di pallet sementara, serta membeli satu buah mesin mollen baru.