ANCOL VERTICAL HOUSE
Sejak bertahun-tahun lalu, Kota Jakarta telah menjadi pusat berbagai kegiatan yang kemudian disebut sebagai sentralisasi kegiatan, yang bermaksud menjadikan Jakarta sebagai hirarki utama dari semua kota di Indonesia. Kegiatan-kegiatan yang dimaksud meliputi politik, pemerintahan, keamanan, sosial, ekonomi, perindustrian, dan lain-lain. Dengan dijadikannya Jakarta sebagai pusat segala kegiatan, terbuka pula peluang bagi masyarakat untuk mengadu nasib atau mencari pekerjaan, sehingga memicu perpindahan penduduk dari luar Jakarta, baik warga negara Indonesia maupun pendatang dari luar negeri, yang telah berlangsung cukup lama. Di satu sisi, migrasi ini dapat memberikan sumbangan positif bagi kemajuan Jakarta, namun di sisi lain, pertumbuhan penduduk yang pesat menimbulkan permasalahan signifikan, khususnya terkait populasi. Dengan laju pertumbuhan sekitar 1,5% per tahun dan jumlah penduduk mencapai 9,8 juta jiwa (BPS), kebutuhan akan fasilitas umum, terutama perumahan, menjadi sangat mendesak. Awalnya, permasalahan ini mungkin belum terlihat serius, tetapi seiring pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang dengan penyediaan fasilitas, permasalahan semakin kompleks. Ditambah lagi dengan pembangunan yang masif, lahan kian terbatas, harga tanah meningkat, sehingga muncul kebijakan untuk memaksimalkan lahan terbatas melalui konsep pembangunan vertikal, baik untuk fungsi perdagangan, perkantoran, maupun perumahan yang lebih dikenal dengan sebutan apartemen.
Detail Information
Bagian
Informasi
Pengarang
Wilfrid Aha Wasa / 21.2007.045 - Personal Name
No. Panggil
Subyek
Fakultas
FTSP
Tahun Terbit
2011
Jurusan
Arsitektur
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik
Citation
APA Style
. (2011).ANCOL VERTICAL HOUSE ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.ANCOL VERTICAL HOUSE ().Arsitektur:FTSP,2011.Text
MLA Style
.ANCOL VERTICAL HOUSE ().Arsitektur:FTSP,2011.Text
Turabian Style
.ANCOL VERTICAL HOUSE ().Arsitektur:FTSP,2011.Text