// <![CDATA[MODEL SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN DUA ESELON MULTI KOMPONEN DEPENDENT BERDASARKAN JADWAL PENGGANTIAN KOMPONEN.]]> WULANSARI / 13.2003.044 / TI Dosen Pembimbing 1 Fifi Herni Mustofa, ST., M.T Hendro Prasetyo, S.T., M.T.
Pengendalian persediaan adalah masalah umum dan penting bagi setiap perusahaan. Jumlah persediaan yang harus disimpan tidak hanya terbatas pada anggaran dana investasi seperti pada penelitian Mustofa (2004) tetapi bisa karena adanya jadwal penggantian komponen secara berkala. Hal ini disebabkan suatu perusahaan tidak bisa menunggu suatu komponen menjadi rusak terlebih dahulu baru menggantinya dengan yang baru, karena penggantian komponen yang telah mengalami kerusakan akan menimbulkan ongkos yang lebih besar daripada melakukan penggantian komponen secara berkala. Pada kasus multi komponen dependent kerusakan salah satu komponen bisa berakibat pada kerusakan komponen lainnya. Apabila terjadi suatu kerusakan maka bengkel perawatan (base) harus mencari penyebab kerusakan dan menggantinya. Jika tidak diketahui penyebabnya atau terjadi kekurangan komponen penggantinya maka produk tersebut dikirimkan pada bengkel perawatan lain yang lebih besar yaitu dealer (depot). Melihat kondisi tersebut maka perlu dikembangkan model pengendalian persediaan dua eselon multi komponen dependent berdasarkan jadwal penggantian komponen. Penelitian ini membahas tentang model pengendalian persediaan dua eselon multi komponen dependent berdasarkan penjadwalan penggantian pencegahan kerusakan dengan kriteria minimasi total ongkos. Multi komponen dependent terdiri dari komponen utama dan beberapa sub komponen pembentuknya. Sistem yang dibahas yaitu preventive replacement komponen yang dilakukan dengan menggunakan metode Age Replacement akan mengahasilkan demand yaitu jumlah kebutuhan komponen per tahun yang masuk ke eselonbase. Apabila base tidak dapat memperbaiki atau tidak memiliki persediaan maka komponen tersebut akan dibawa ke eselon selanjutnya yaitu eselon depot. Dengan asumsi pada eselon depot semua kerusakan dapat diketahui. Komponen yang akan diganti harus di breakdown untuk mengetahui apakah penggantian perlu dilakukan untuk komponen tersebut atau hanya sub komponennya saja (multi komponen dependent). Ada tiga hal yang mungkin terjadi di base, yang pertama sub assembly komponen yang akan diganti karena diduga akan menyebabkan kerusakan apabila tetap digunakan dapat diketahui dan persediaan komponen bersangkutan tersedia di base maka base dapat langsung melakukan penggantian. Kedua sub assembly komponen yang akan diganti karena diduga akan menyebabkan kerusakan apabila tetap digunakan dapat diketahui tetapi persediaan komponen bersangkutan tidak tersedia di base sehingga base harus menunggu kiriman persedian komponen baik dari depot. Ketiga yaitu sub assembly komponen yang akan diganti karena diduga akan menyebabkan kerusakan apabila tetap digunakan tidak dapat diketahui di base sehingga dikirim ke depot untuk di breakdown. Formulasi model sendiri dibagi kedalam dua tahapan, yang pertama penentuan jadwal penggantian komponen yang akan menghasilkan jumlah permintaan komponen di base, dan model kedua yaitu formulasi model untuk menentukan persediaan yang dibutuhkan baik di base maupun di depot dengan kriteria minimasi ongkos total. Algoritma yang dihasilkan merupakan algoritma optimal karena penentuan jadwal penggantian komponen berdasarkan ongkos yang paling minimum, dan penentuan ukuran kwantitas pemesanan komponen di base dan di depot serta total ongkos dengan menggunakan metode programa linier. Dengan Fungsi Tujuannya adalah Min Ctotal = ( ) ( ) { } Σ= + + + n j ij ij ij ij ij ij ij ij ij ij A D Q H Q SS B M D Q 1 . / / 2 . / + { +Σ( + )} id id dj ij ij H Q / 2 L .D SS Kemampuan dan perilaku model yang dikembangkan diuji dengan melalui dua tahap. Tahap pertama dilakukan untuk mengetahui cara kerja model sedangkan tahap kedua analisis sensitivitas. Dari Hasil analisis sensitivitas yang paling mempengaruhi adalah parameter jumlah kekurangan barang. Dengan perubahan sedikit variabel keputusan mengalami perubahan yang cukup besar.