MODEL SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN DUA ESELON MULTI KOMPONEN DEPENDENT BERDASARKAN JADWAL PENGGANTIAN KOMPONEN.
Pengendalian persediaan adalah masalah umum dan penting bagi setiap perusahaan.
Jumlah persediaan yang harus disimpan tidak hanya terbatas pada anggaran dana investasi
seperti pada penelitian Mustofa (2004) tetapi bisa karena adanya jadwal penggantian komponen
secara berkala. Hal ini disebabkan suatu perusahaan tidak bisa menunggu suatu komponen
menjadi rusak terlebih dahulu baru menggantinya dengan yang baru, karena penggantian
komponen yang telah mengalami kerusakan akan menimbulkan ongkos yang lebih besar
daripada melakukan penggantian komponen secara berkala. Pada kasus multi komponen
dependent kerusakan salah satu komponen bisa berakibat pada kerusakan komponen lainnya.
Apabila terjadi suatu kerusakan maka bengkel perawatan (base) harus mencari penyebab
kerusakan dan menggantinya. Jika tidak diketahui penyebabnya atau terjadi kekurangan
komponen penggantinya maka produk tersebut dikirimkan pada bengkel perawatan lain yang
lebih besar yaitu dealer (depot). Melihat kondisi tersebut maka perlu dikembangkan model
pengendalian persediaan dua eselon multi komponen dependent berdasarkan jadwal
penggantian komponen.
Penelitian ini membahas tentang model pengendalian persediaan dua eselon multi
komponen dependent berdasarkan penjadwalan penggantian pencegahan kerusakan dengan
kriteria minimasi total ongkos. Multi komponen dependent terdiri dari komponen utama dan
beberapa sub komponen pembentuknya. Sistem yang dibahas yaitu preventive replacement
komponen yang dilakukan dengan menggunakan metode Age Replacement akan mengahasilkan
demand yaitu jumlah kebutuhan komponen per tahun yang masuk ke eselonbase. Apabila base
tidak dapat memperbaiki atau tidak memiliki persediaan maka komponen tersebut akan dibawa
ke eselon selanjutnya yaitu eselon depot. Dengan asumsi pada eselon depot semua kerusakan
dapat diketahui. Komponen yang akan diganti harus di breakdown untuk mengetahui apakah
penggantian perlu dilakukan untuk komponen tersebut atau hanya sub komponennya saja (multi
komponen dependent). Ada tiga hal yang mungkin terjadi di base, yang pertama sub assembly
komponen yang akan diganti karena diduga akan menyebabkan kerusakan apabila tetap
digunakan dapat diketahui dan persediaan komponen bersangkutan tersedia di base maka base
dapat langsung melakukan penggantian. Kedua sub assembly komponen yang akan diganti
karena diduga akan menyebabkan kerusakan apabila tetap digunakan dapat diketahui tetapi
persediaan komponen bersangkutan tidak tersedia di base sehingga base harus menunggu
kiriman persedian komponen baik dari depot. Ketiga yaitu sub assembly komponen yang akan
diganti karena diduga akan menyebabkan kerusakan apabila tetap digunakan tidak dapat
diketahui di base sehingga dikirim ke depot untuk di breakdown.
Formulasi model sendiri dibagi kedalam dua tahapan, yang pertama penentuan jadwal
penggantian komponen yang akan menghasilkan jumlah permintaan komponen di base, dan
model kedua yaitu formulasi model untuk menentukan persediaan yang dibutuhkan baik di base
maupun di depot dengan kriteria minimasi ongkos total. Algoritma yang dihasilkan merupakan
algoritma optimal karena penentuan jadwal penggantian komponen berdasarkan ongkos yang
paling minimum, dan penentuan ukuran kwantitas pemesanan komponen di base dan di depot
serta total ongkos dengan menggunakan metode programa linier. Dengan Fungsi Tujuannya
adalah Min Ctotal = ( ) ( ) { } Σ=
+ + +
n
j
ij ij ij ij ij ij ij ij ij ij A D Q H Q SS B M D Q
1
. / / 2 . / + { +Σ( + )} id id dj ij ij H Q / 2 L .D SS
Kemampuan dan perilaku model yang dikembangkan diuji dengan melalui dua tahap.
Tahap pertama dilakukan untuk mengetahui cara kerja model sedangkan tahap kedua analisis
sensitivitas. Dari Hasil analisis sensitivitas yang paling mempengaruhi adalah parameter jumlah
kekurangan barang. Dengan perubahan sedikit variabel keputusan mengalami perubahan yang cukup besar.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2008).MODEL SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN DUA ESELON MULTI KOMPONEN DEPENDENT BERDASARKAN JADWAL PENGGANTIAN KOMPONEN. ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.MODEL SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN DUA ESELON MULTI KOMPONEN DEPENDENT BERDASARKAN JADWAL PENGGANTIAN KOMPONEN. ().Teknik Industri:FTI,2008.Text
MLA Style
.MODEL SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN DUA ESELON MULTI KOMPONEN DEPENDENT BERDASARKAN JADWAL PENGGANTIAN KOMPONEN. ().Teknik Industri:FTI,2008.Text
Turabian Style
.MODEL SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN DUA ESELON MULTI KOMPONEN DEPENDENT BERDASARKAN JADWAL PENGGANTIAN KOMPONEN. ().Teknik Industri:FTI,2008.Text