// <![CDATA[USULAN PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN MENGGUNAKAN METODA BALANCED SCORECARD ( BSC ) MELALUI PERSPEKTIF PEBELAJARAN DAN PERTUMBUHAN.]]> MEGA RANI / 13.2003.082 Penulis 0422037203 - Sugih Arijanto ST.,M.M Dosen Pembimbing 2 9900980216 - Ambar Rukmi Harsono Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1
PT. Chitose Indonesia Manufacturing (PT. CIM) merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai macam produk seperti kursi, nursing bed, dan SOHO (perlengkapan kantor). PT. CIM selalu berusaha dalam menghadapi persaingan dunia industri dalam era globalisasi saat ini. Persaingan ini akan selalu terjadi karena setiap perusahaan akan selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik di bidangnya. Keberhasilan perusahaan dalam menghadapi persaingan dapat dicapai apabila perusahaan mempunyai kinerja finansial dan non finansial yang baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang, sehingga setiap perusahaan dituntut untuk menilai kinerjanya baik dari aspek finansial maupun non finansial. Metode Balanced Scorecard merupakan metode yang dapat digunakan untuk menilai kinerja perusahaan melalui aspek finansial dan non finansial. Balanced Scorecard dikembangkan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton (2000) untuk menyeimbangkan kinerja perusahaan jangka pendek dan jangka panjang melalui empat perspektif, yaitu: finansial, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Melalui Balanced Scorecard perusahaan dapat membuat rencana strategis untuk bertahan pada masa yang akan datang, sehingga penciptaan daya saing perusahaan yang berkelanjutan dapat terwujud dengan mengukur kinerja melalui faktor finansial dan non finansialnya. Pada penelitian akan dirancang suatu pengukuran kinerja menggunakan Balanced Scorecard melalui perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Langkah-langkah yang dilakukan untuk menyusun Balanced Scorecard adalah mengumpulkan data umum perusahaan yaitu visi, misi, dan strategi perusahaan. Data umum perusahaan tersebut akan diuraikan dan akan dikelompokkan ke dalam perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Hasil dari penguraian visi, misi, dan strategi akan menjadi masukan dalam menentukan tujuan strategis perusahaan. Tahap yang dilakukan setelah menentukan tujuan strategis perusahaan adalah menentukan ukuran strategis yang berfungsi sebagai tolak ukur keberhasilan perusahaan. Terdapat lima ukuran strategis yang dihasilkan dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, yaitu: rasio kesesuaian spesifikasi tenaga ahli departemen riset dan pengembangan, banyaknya rancangan produk baru, produktivitas karyawan dalam menghasilkan produk per jam, indeks kepuasan menggunakan sistem informasi yang terintegrasi, dan indeks kepuasan karyawan. Selanjutnya adalah melakukan penentuan target dan nilai dari ukuran strategis yang ingin dicapai oleh perusahaan serta menentukan usaha-usaha yang harus dilakukan untuk mencapai target dan nilai tersebut. Penentuan diagram sebab akibat merupakan tahap akhir dalam menyusun Balanced Scorecard, dimana diagram sebab akibat ini berfungsi untuk melihat hubungan keterkaitan ukuran-ukuran strategis yang dihasilkan oleh ke empat perspektif Balanced Scorecard. Diagram sebab akibat yang dihasilkan Balanced Scorecard bersifat statis karena hanya melihat hubungan keterkaitan dari satu arah saja, sedangkan pada kenyataannya keadaan perusahaan akan selalu berubah setiap saat dan bersifat dinamis. Usaha yang dapat dilakukan untuk menanggulangi hal tersebut adalah merancang Causal Loop Diagram yang mendapat masukan dari diagram sebab akibat Balanced Scorecard. Diagram ini merupakan diagram umpan balik yang melihat hubungan keterkaitan tidak hanya searah karena terdapat feedback loop di dalamnya. Causal Loop Diagram ini mempunyai dua jenis loop, yaitu loop reinforcing (menguatkan) dan loop balancing (menyeimbangkan). Dari hasil perancangan Causal Loop Diagram didapatkan tujuh loop, yaitu enam loop reinforcing (R1, R2, R3, R4, R5, dan R6) dan satu loop balancing (B1).