// <![CDATA[JAKARTA’S SEA VIEW APARTMENT]]> Fajar Adiwibowo / 21 2007 079 Dosen Pembimbing 1 Dassa Sudana, Ir. Udjianto Pawitro, Ir., MSP.
Dewasa ini dinamika kehidupan masyarakat di Jakarta semakin meningkat pesat dari waktu ke waktu. Hal ini dikarenakan Jakarta merupakan ibukota negara yang memiliki jumlah penduduk paling banyak di Indonesia dengan jumlah yang terus bertambah. Semakin banyak banyak penghuni di kota ini menjadikan area tanah yang akan dijadikan tempat hunian kian terbatas dan menyebabkan harga tanah mahal. Apartemen kini telah menjadi pilihan masyarakat modern di kota-kota besar. Tipikal masyarakat modern yang mengharapkan kepraktisan dan efisiensi waktu disertai dengan kultur kota besar yang serba cepat dapat terwadahi dengan keberadaan hunian vertikal ini. Tidak heran jika bangunan ini kemudian menjamur di pusat kota dan distrik komersial yang berkembang menjadi investasi, wadah, dan gaya hidup masyarakat kota. Berbagai macam alasan yang membuat orang lebih memilih untuk tinggal di apartemen meski ada juga yang kurang senang karena sifatnya yang lebih ke arah pada bangunan umum yang banyak kamar. Penghuni apartemen seringkali kehilangan suasana rumah, antara lain kesempatan untuk beraktivitas di luar, halaman pribadi, interaksi dengan lingkungan sekitar, termasuk perasaan memiliki secara keseluruhan. Sebalikanya ada kalangan tertentu yang justru memilih untuk tinggal di apartemen dengan mempertimbangkan masalah kepraktisan, keamanan, privasi, dan juga masalah prestige. Oleh karena itu, proyek bangunan yang dibuat memang tidak diharapkan akan diminati dan dihuni oleh semua kalangan, melainkan untuk kalangan tertentu. Kalangan yang pada umumnya mempunyai sifat dan budaya yang cenderung individualistis, yaitu kalangan menengah ke atas dan para pekerja asing atau kaum ekspatriat. Jakarta’s Sea View Apartment hadir dengan konsep minimalis. Konsep minimalis dalam arsitektur merupakan suatu pendekatan estetik yang menekankan pada hal-hal yang bersifat esensial dan fungsional baik dalam estetika spatial, bentuk dan struktural. Secara spatial ruang-ruang spesifik disusun sedemikain rupa agar memiliki tingkat fleksibelitas yang tinggi dalam ketersusunan dan kemudahan fungsinya. Bentuk-bentuk geometris elementer yang praktis tanpa ornamen merupakan karakter utama yang mendominasi permukaan dan massa bangunan. Minimalis dekat dengan “kesederhanaan bentuk”. Kesederhanaan bentuk dalam sebuah bangunan pada saat ini terutama pada era modern dan teknologi identik dengan sesuatu yang simple, elegan, dinamis, dan fungsional. Keseluruhan hal tersebut sangat erat dengan gaya hidup masyarakat modern terutama yang bermukim di kota besar seperti Jakarta.