// <![CDATA[HUNIAN DENGAN ALUNAN KEMEWAHAN]]> Rissa Rosmalina Lestari / 21 2007 081 Dosen Pembimbing 1 Erwin Yuniar R., ST., MT. Dosen Pembimbing 1 Utami. Ir., MT Dosen Pembimbing 2
Salah satu kebutuhan paling mendasar dari hidup manusia adalah perumahan. Perumahan merupakan pencerminan citra diri bagi manusia baik sebagai pribadi maupun sebagai suatu kesatuan dengan lingkungannya. Kebutuhan akan perumahan ini selalu berbeda-beda. Hal ini tergantung dari tingkat kehidupan sosial manusia itu sendiri. Kebutuhan dasar akan perumahan ini menjadi suatu hirarki dari mulai tingkat terendah, dimana manusia membutuhkan rumah hanya untuk tempat berlindung, sampai tingkat tertinggi, rumah merupakan simbol status atau identitas diri. Tema yang diajukan pada perancangan Studio Tugas Akhir ini adalah Ekspresi bentuk ombak. Pengambilan tema bangunan ini dilatar belakangi dengan keberadaan site bangunan yang berbatasan langsung dengan laut ancol sehingga keberadaan laut dapat menunjang tema bangunan yang mengangkat bentuk ombak. Jarangnya penggunaan ekspresi analogi pada tema bangunan di negara Indonesia khususnya di kota Jakarta, sehingga pembangunan dengan tema analogi diharapkan dapat menjadi icon pada kawasan. Proyek Tugas Akhir ini memiliki tujuan menciptakan sebuah hunian yang tidak hanya nyaman bagi penghuninya namun dapat memenuhi dalam kebutuhan kehidupan sehari-harinya untuk beristirahat, berkerja, berekreasi, dan berolahraga. Pada kota Jakarta khususnya mutu sebuah hunian didasari oleh lokasi keberadaan hunian, dan fasilitas-fasilitas pendukung yang ada dalam hunian tersebut. Penyediaan sebuah hunian yang baik dari segi perancangan, bukan hanya dilihat dari perancangan bangunannya saja, dan bukan hanya dilihat dari kelengkapan fasilitas-fasilitas pendukung yang ditampung, namun sebuah bangunan yang baik dapat melestarikan sebuah lingkungan alam dan terhadap lingkungan sekitarnya. Perencanaan proyek ini diawali dengan menganalisa kondisi tapak, kebutuhan ruang, dan aktivitas yang akan terjadi. Setelah proses perencanaan, kebutuhan ruang yang dibutuhkan disesuaikan dengan luas tapak. Proses perencanaan menjadi titik awal untuk dilanjutkan menuju proses perancangan. Kemudian, segala aspek yang telah dituangkan dalam proses perencanaan dilanjutkan menjadi proses skematik. Semua proses tersebut menjadi satu kesatuan untuk mencapai proses perancangan yang utuh. Metode yang digunakan adalah metode analisis yang dilakukan meliputi tahap pengumpulan data (studi literatur, observasi lapangan, wawancara, studi banding, seleksi), tahap analisis dan sintesis, dan tahap pengembangan konsep. Proses konsep perancangan ini mengacu pada hasil analisis dan studi pembelajaran berdasarkan tema dan judul yang diambil. Dengan adanya proyek ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengolahan tema dan judul serta pengembangan pola pembelajaran akan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang diharapkan akan meningkatkan potensi sumberdaya pelajar dan masyarakat di kawasan tertentu.