// <![CDATA[THE GREEN SILK @ SENTRA TIMUR DI JAKARTA]]> Achmad Fauzan / 21 2007 113 Dosen Pembimbing 1 Ir. Widji Indahing Tyas, MT. Nur Laela Latifah, ST., MT.
Masalah penyediaan tempat tinggal akan selalu ada setiap jaman, tentu semakin terbatas lahan yang dibutuhkan. Akan tetapi masalah terpecahkan dengan banyaknya bangunan tempat tinggal vertikal yang dikenal dengan apartemen. Memang bukan berarti masalah untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal akan bisa teratasi begitu saja. Timbul masalah baru akan mengikuti pertumbuhan apartemen di kota – kota besar. Misalnya kurang nyamannya ruang yang ada, rasa ketakutan dengan efek rumah kaca yang akan menimbulkan pemanasan global, kurang adanya ruang terbuka hijau, dll. Dilatari hal – hal tersebut perancang merancang hunian berintegrasi dengan bangunan disekitarnya yang sudah ada, dengan mengedepankan konsep green architecture, dengan kawasan yang mengedepankan kenikmatan sirkulasi pedestrian, ruang tebuka, ruang hijau menjadi keunggulan kawasan The Green Silk, yang mengutamakan jalur pedestrian dan menjadikan ruang terbuka hijau pengikat antar masa bangunan. Tema yang dipilih dalam merancang apartemen dan townhouse ini adalah Landed Living Experience Of Vertical Housing, yaitu sensasi hidup membumi dalam konsep vertical housing. Latar belakang dipilihnya tema ini adalah sensasi atau pengalaman hidup ‘membumi’ sudah sangat melekat dalam kebanyakan orang Indonesia, bahkan sumber lain bisa menyebutkan sensasi atau pengalaman hidup membumi ini sudah menjadi budaya, keluarga di Indonesia masih mendambakan konsep hunian seperti itu (Landed Houses), memiliki halaman, walaupun kecil, tapi keleluasaan pribadi (privacy). Sehingga solusi desain yang akan menjawab dari persoalan itu, misalkan dengan merancang, Sky Park, Vertical Landscaping, Pool Sky, dengan cara itu, sensasi hidup membumi bisa didapatkan kembali.