// <![CDATA[SEASIDE ENVIRONMENT AT RESIDENCE (LINGKUNGAN TEPI LAUT DI TEMPAT TINGGAL)]]> HARIYADI GUNAWAN (21.2007.117) Dosen Pembimbing 1 Ir. Dassa Sudana Dosen Pembimbing 1 Ir. Udjianto Pawitro, MSP Dosen Pembimbing 2
Jakarta dikenal sebagai kota yang memiliki jumlah penduduk yang sangat padat dibandingkan dengan kota-kota lain yang ada di Indonesia. Hal ini diakibatkan oleh pertambahan jumlah penduduk yang cukup tinggi pertahunnya. Sehingga menjadikan kota jakarta kota yang padat baik dari jumlah populasi manusia, kendaraan, maupun lahan terbangun. Dengan padatnya jumlah penduduk dan minimnya lahan-lahan kosong yang dapat dibangun, maka dibutuhkan upaya-upaya dalam penyediaan fasilitas-fasilitas umum salah satunya adalah hunian. Upaya kebijakan-kebijakan tersebut berusaha untuk memanfaatkan lahan terbatas semaksimal mungkin yang pada akhirnya mengacu pada konsep pembangunan kearah vertikal yang dikenal dengan sebutan apartemen. Dengan konsep “beach resort” yang diterapkan pada apartemen dan townhouse adalah suatu terobosan dalam merencanakan hunian tempat tinggal yang memberikan nuansa resort sebagai sarana fasilitas taman rekreasi yang diberikan bagi penghuni di dalamnya yang didasari pada lokasi site yang berada dipinggir laut/tepi pantai. Selain itu apartemen dan townhouse beach resort ini dipadukan dengan konsep modern dikarenakan karakterisitik dari masyarakat kota Jakarta yang menginginkan sesuatu dalam memberikan kenyamanan dan kemudahan fasilitas serta gaya hidup yang serba modern sehingga konsep tersebut sangat mewakili keinginan bagi masyarakat kota jakarta yang memiliki jam terbang tinggi dan gaya hidup yang simple. Aktivitas yang dilakukan dalam proses mendesain sebuah apartemen dan townhouse ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu : tahap persiapan perancangan, tahap designing activity, dan tahap finalisasi. Tahap persiapan berupa melakukan survey lapangan, studi banding, studi literatur, dan memahami latar belakang pembangunan apartemen. Tahap designing activity dimulai membuat planning programming, elaborasi tema, dan konsep desain yang selanjutnya di terjemahkan dalam bentuk skematik desain berupa gambar-gambar pra-rencana (preliminary design) dan pengembangan desain (development design). Tahap finalisasi yaitu berupa penyajian desain dalam bentuk gambar-gambar kerja, laporan perancangan, model 3D (maket), dan poster.