// <![CDATA[IMPLEMENTASI METODE KANO DALAM PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI INVENTORY PANGAN]]> Dailami/152006075 Penulis Mira Musrini Barmawi, S.Si., M.T.
Sistem informasi berbasis komputer kini menjadi suatu hal yang primer bagi kebutuhan pemenuhan kebutuhan informasi. Kebutuhan akan informasi pangan sangatlah dibutuhkan untuk mengetahui berbagai macam pangan. Dalam proses pendataan pangan masih dilakukan secara manual, dimana ketika membutuhkan data pangan harus mengambil terlebih dahulu ke setiap kecamatan. Setelah data terkumpul kemudian diidentifikasi sesuai dengan data masing-masing serta membutuhkan waktu yang lama untuk memproses data pangan tersebut. Untuk mengatasi permasalahan itu dibutuhkan suatu sistem informasi yang mampu memberikan informasi pangan kepada masyarakat, dan dapat mengelola data-data tersebut menjadi lebih cepat dan terintegritas dengan baik antara satu dengan yang lainnya. Sistem Informasi inventory Pangan merupakan sebuah sistem aplikasi berbasis Web, dibangun untuk dapat menangani upaya penyediaan dan ketergantungan pangan yang mengarah pada ketersediaan pangan. Tujuan yang diharapkan adalah tersedianya sebuah sistem informasi yang dinamis dan interaktif dalam menyajikan informasi secara cepat dan akurat indeks komposit kerawanan pangan, ketersediaan pangan berserta informasi pendukungnya, baik secara atributik maupun secara spasial. Sistem informasi inventory pangan ini dibangun dengan menggunakan metode Kano. Metode Kano digunakan untuk menentukan fitur-fitur yang akan diterapkan pada sistem agar sesuai dengan kebutuhan pengguna serta kriteria prioritas pengembang atau tahap kebutuhan rekayasa. Metode kano digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan dan kekecewaan pengguna. Dalam kano terdapat 6 grade untuk menentukan tingkat kepuasan konsumen yaitu Attractive, must-be, one-deminsional, questinable, reverse, indefferent. Grade tersebut digunakan untuk menentukan fitur berdasarkan tingkat kepuasan konsumen. Metode ini digunakan karena setiap kebutuhan konsumen tidak sama, dan berbeda untuk populasi berbeda. Analisa kano dapat membantu menggolongkan fitur-fitur atau kebutuhan untuk menentukan yang mempunyai prioritas tertinggi. Fitur-fitur atau kebutuhan pengguna tersebut akan diterjemahkan kedalam proses permodelan Unified Modeling Languange (UML).