// <![CDATA[SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBIAYAAN DANA DENGAN METODE TOPSIS (STUDI KASUS :]]> Syahrul Ghani/152007111 Penulis Dewi Rosmala, S.Si.,M.IT.
Nilai kredit macet perusahaan pembiayaan (multifinance) pada April 2011 mencapai 2,68 triliun, meningkat 4,28% dibandingkan Maret 2011 sebesar 2,57 triliun didorong kredit bermasalah dari segmen konsumsi, menurut data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Rasio perusahaan pembiayaan pada April 2011 naik menjadi 1,43% dari 1,3% pada Maret 2011. Porsi kredit macet pembiayaan konsumen yaitu sebesar 87% dari nilai kredit macet multifinance atau 2,33 triliun. Rasio kredit macet pembiayaan kartu kredit tercatat 4,02% atau senilai Rp 34,89 miliar, pembiayaan anjak piutang 2,71% atau sebesar Rp 69,55 miliar. Rasio kredit macet segmen pembiayaan sewa guna usaha tercatat 0,46 % atau 253 miliar(www.Indonesiafinancetoday.com). Melihat dari total jumlah kredit macet yang jumlahnya sangat besar, tentunya setiap perusahaan pembiayaan berusaha menghindari masalah kredit macet tersebut, sehingga untuk mengurangi kecurangan dalam pembayaran kredit, maka perlu dilakukan langkah penyeleksian pemohon yang layak mendapatkan pembiayaan dana secara teliti dan cermat sesuai dengan kriteria yang telah dibuat oleh perusahaan. Technique For Others Reference by Similarity to Ideal Solution atau sering dikenal dengan nama TOPSIS yaitu salah satu metode pegambilan keputusan multikriteria yang pertama kali diperkenalkan oleh Yoon dan Hwang (1981).(www.liyantanto.files.wordpress.com). Melihat dari permasalahan kredit macet, menerapkan metode TOPSIS sebagai pendukung keputusan merupakan hal yang tepat untuk mengurangi masalah kredit macet, sehingga dapat menyeleksi calon debitur yang paling layak dan ideal mendapatkan pembiayaan dana.