// <![CDATA[IMPLEMENTASI MODEL SKENARIO TIMELINE TREE PADA MULTIMEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS WEB (STUDI KASUS :]]> Aditya Permana/152008047 Penulis Youllia Indrawaty N., S.T., M.T.
Menurut pakar neurolinguistik Michael Grinder, penulis buku Righting the Educational Canveyor Belt (dalam Rose Colin dan Nicholl, 2002:132) dalam sekelompok yang terdiri 30 siswa, ternyata 20 orang mempunyai cukup kecenderungan Visual, Auditori, dan Kinestetik sehingga mereka mampu belajar tidak peduli bagaimana subjek itu disampaikan, yang lainnya sekitar 20% dari kelompok itu begitu menyukai satu gaya belajar saja sehingga mereka mempunyai kesulitan besar untuk belajar sesuatu jika disampaikan tidak dengan gaya yang mereka sukai. Grinder (dalam Rose Colin dan Nicholl, 2002:132) menyebutkan mereka sebagai HV (Hanya Visual), HS (Hanya Auditori), HK (Hanya Kinestetik). Kombinasi dari ketiga gaya belajar tersebut dapat dibantu dengan salah satu media pembelajaran multimedia interaktif. Berdasarkan fakta diatas, dipandang perlu adanya suatu alat bantu untuk membantu para anak didik dalam mempelajari suatu pelajaran. Pelajaran Bahasa Inggris sebagai salah satu pelajaran yang harus dipelajari sejak dini, dipilih sebagai objek pembelajaran bagi anak didik. Maka dibuat suatu aplikasi multimedia pembelajaran Bahasa Inggris berbasis web bagi siswa SD, sehingga mendukung proses pendidikan serta membantu penyebaran ilmu kepada siswa. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk dapat mempelajari Bahasa Inggris interaktif dengan menyuguhkan berbagai macam gaya belajar serta dapat dipelajari kapan dan dimana saja. Perancangan aplikasi ini menggunakan metode Timeline Tree. Timeline tree adalah suatu model temporal sederhana yang menggambarkan semua kejadian (start event dan end event pada objek media) pada sebuah sumbu waktu (time). Semua peristiwa (event) diatur dengan cara menunjukkan saat awal (start event) dan saat akhir (end event) dari peristiwa tersebut. Diharapkan dengan adanya program pembelajaran interaktif Bahasa Inggris, mampu menjadi alat bantu proses pembelajaran Bahasa Inggris.