RUMAH SAKIT UMUM AYURVEDA KABUPATEN BANDUNG BARAT
Terbentuk dan tumbuh–kembangnya suatu ruang kota dapat diciptakan dengan adanya pertumbuhan penduduk dan perkembangan aktifitas. Banyak versi yang berbeda untuk mendefinisikan sebuah kota. Ditinjau dari geografi, kota dapat diartikan sebagai system jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan yang tinggi dan diwarnai dengan strata ekonomi yang heterogen dan coraknya yang materialistis, atau dapat pula diartikan sebagai benteng budaya yang ditimbulkan oleh unsur–unsur alami dan non alami dengan gejala pemusatan penduduk yang cukup besar dengan corak kehidupan yang heterogen dan materialistis dibanding dengan sekitarnya. Adanya pemusatan penduduk dan aktivitas ekonomi dan sosial yang beragam, maka kota akan menjadi berkembang. Adapun faktor–faktor yang menyebabkan perkembangan kota ada tiga hal, yaitu : 1. Faktor yang merupakan modal dasar kota. 2. Faktor penunjang yang merupakan fungsi primer dan lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal, yaitu kegiatan industry dan jasa komersil yang merupakan sumber tenaga bagi penduduk kota dan mendukung pemanfaatan sumber daya alam wilayah sekitarnya, serta faktor migrasi. 3. Faktor penunjang yang merupakan fungsi sekunder dan merupakan faktor pembentuk struktur internal kota. Masing–masing faktor terdiri dari unsur–unsur prasarana kota, lingkungan perumahan, fasilitas pelayanan soial dan tenaga kerja. Wujud perkembangan kota dapat terlihat dengan struktur internal kota yang terbentuk. Struktur internal kota berhungunan antara satu kota dengan kota lainya. Kota secara sosial terikat dengan tujuan awal terbentuknya, yaitu untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup penduduknya. Sedangkan secara ekonomi terkait dengan fungsi dasar kota untuk mendukung penduduk dan kelangsungan kota itu sendiri. Perkembangan penduduk dan kegiatan perkotaan (ekonomi–social) akan berdampak pada perkembangan kota dengan peningkatan kebutuhan fasilitas baik fasilitas umum maupun fasilitas sosial. Salah satunya adalah kebutuhan akan fasilitas kesehatan yang merupakan faktor penting dalam menjaga kelangsungan kehidupan manusia. Dengan kesehatan orang berhak mendapatkan keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produkitif secara sosial dan ekonomi karena kesehatan merupakan suatu hak yang fundamental bagi setiap orang tanpa membedakan ras, agama, politik, dan tingkat social. Paradigma kesehatan dipengaruhi oleh beberapa aspek, walaupun besarnya kepentingan relative dari masing–masing aspek tersebut tidak sama, berturut–turut besarnya pengaruh tersebut, yang pertama adalah 1. Lingkungan yang meliputi lingkungan fisik dan social kultur. 2. Kemudian diikuti aspek prilaku, meliputi sikap, tingkah laku serta adat istiadat. 3. Terakhir adalah aspek kesehatan yang meliputi pencegahan, pengobatan, perawatan, dan rehabilitasi.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2012).RUMAH SAKIT UMUM AYURVEDA KABUPATEN BANDUNG BARAT ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.RUMAH SAKIT UMUM AYURVEDA KABUPATEN BANDUNG BARAT ().Arsitektur:FTSP,2012.Text
MLA Style
.RUMAH SAKIT UMUM AYURVEDA KABUPATEN BANDUNG BARAT ().Arsitektur:FTSP,2012.Text
Turabian Style
.RUMAH SAKIT UMUM AYURVEDA KABUPATEN BANDUNG BARAT ().Arsitektur:FTSP,2012.Text