// <![CDATA[ALKILASI PHENYL - ALPHA - NAPHTYLAMINE DAN PENGARUH TERHADAP EFEKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIOKSIDAN.]]> YOHANA DARMAYANTI / 14.2002.030 / TK Penulis BAMBANG WISNU J.K. / 14.2002.038 / TK Dosen Pembimbing 1 Dicky Dermawan
Ester poligliserol-estolida asam oleat (EPG) merupakan ester sintetik dari bahan terbarukan yang masih dikembangkan sebagai pelumas mesin otomotif sampai saat ini. Salah satu kelemahannya yaitu adanya ikatan rangkap yang menyebabkan EPG mudah teroksidasi sehingga masa pakainya menjadi lebih pendek. Karena itu ketahanan oksidasi dari EPG perlu ditingkatkan. Penelitian menunjukkan bahwa ketahanan oksidasi EPG dapat ditingkatkan dengan cara memformulasikannya dengan Phenyl-alpha-napthylamine (PANA). Pada penelitian ini dilakukan modifikasi PANA melalui proses alkilasi dengan Stirena menggunakan katalis Bleaching Earth. Proses ini diharapkan akan meningkatkan kinerja dari PANA sebagai antioksidan. Rasio molar PANA:Stirena divariasikan antara 1:1,3 hingga 1:2. Pada analisis Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS) yang telah dilakukan, rasio mol 1,5 menghasilkan produk PANA teralkilasi paling banyak yaitu 55,57%. Hasil formulasi suatu sampel EPG dengan 1% alkilat PANA untuk berbagai rasio mol menunjukan bahwa rasio mol 1:1,5 merupakan yang terbaik dengan ketahanan oksidasi maksimum yaitu dan . jammaksimumtCo76,4540%150=ΔjammaksimumtCo23,40100%150=Δ