// <![CDATA[PEMBUATAN BRIKET DARI SEKAM PADI MENGGUNAKAN POLYETHYLENE SEBAGAI BINDER.]]> Ronny Kurniawan S.T., M.T. ELIANA KARTIKA SARI / 14.2003.023 / TK Penulis SONYA PARAMITA / 14.2003.042 / TK Dosen Pembimbing 1
Salah satu permasalahan yang dihadapi dunia saat ini adalah persediaan bahan bakar minyak dan gas yang semakin menipis. Sekam padi yang didalamnya mengandung unsur karbon sangatlah potensial untuk dijadikan sebagai bahan bakar alternatif. Dalam hal ini sekam dijadikan briket sekam dengan penambahan polyethlene sebagai perekat (binder) sehingga menghasilkan bahan bakar alternatif dengan nilai kalor tinggi dan bernilai ekonomis. Pemanfaatan sekam dalam bentuk briket ini dapat menekan jumlah limbah sekam dan polyethylene sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Pembuatan briket yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari beberapa proses antara lain: persiapan awal bahan baku berupa pengecilan ukuran sekam dan polyethylene serta penghilangan kadar air dari sekam, setelah itu dilakukan pembriketan dengan menggunakan alat kempa panas dan terakhir dilakukan pirolisis di dalam furnace. Percobaan ini memvariasikan suhu pirolisis (300, 500, dan 600 0C) serta perbandingan komposisi sekam dengan polyethylene dalam % b/b, yaitu: 85:15; 80:20; 75:25, dengan ukuran serbuk sekam dan polyethylene 30/40 mesh, waktu pirolisis 3.5 jam, dan dilakukan pada tekanan 75 Tf ( 746 Mpa ). Dengan demikian, diharapkan diperoleh briket dengan nilai kalor yang tinggi dan mengetahui kualitas briket yang dihasilkan dengan melakukan uji quick point dan uji nilai kalor. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh briket dengan kondisi terbaik dengan komposisi Sekam dengan polyethylene dalam % b/b, 75:25 yang dipirolisis pada temperatur pirolisis 600 0C dengan nilai kalor 4672 Kcal/Kg dan nilai quick point 367 0C dengan lama waktu penyalaan 32 menit.