// <![CDATA[STUDI PERUBAHAN TIMBULAN SAMPAH RUMAH TANGGA DENGAN PELAKSANAAN PRINSIP 3M (MENGURANGI, MENGGUNAKAN KEMBALI DAN MENDAUR ULANG) DALAM SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH]]> RAHMAWATI RAHMAT / 2594003 Dosen Pembimbing 1 Dr. Ir. Tri Padmi Damanhuri Ir. Ria Ismaria
Sampah adalah limbah yang bersifat padat, yang berasal dari sisa kegiatan manusia dan hewan, yangd ianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi pembangunan. Untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan oleh semakin besarnya jumlah sampah yang dihasilkan warga Bandung setiap harinya, perlu segera diterapkan sistem pengelolaan sampah oleh masyarakat dengan pelaksanaan 3 M (Mengurangi, Menggunakan kembali, dan Mendaur ulang). Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi beban pengelolaan dan kuantitas timbulan sampah yang akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), serta untuk mengkonservasi lahan TPA, yang pada akhirnyas ecara tidak langsung dapat mengurangi beban pencemaran terhadap lingkungan. Dalam beberapa bulan terakhir ini, di wilayah studi telah diadakan pembinaan pelaksanaan 3 M dalam pengelolaan sampah. Kegiatan tersebut sedikit banyak mempengaruhi masyarakad talam c ara menangani sampah yang dihasilkan. Hal ini dapat dilihat dari perubahan jumlah timbulan sampah perkapita yang diukur pada kondisi sebelum dan setelah diadakannya pembinaan pelaksanaan 3 M. Pada kondisi akhir, dimana telah dilakukan pembinaan pelaksanaan 3 M di wilayah studi, terjadi penurunan jumlah timbulan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat. Perubahan disebabkan oleh adanya perubahan sikap dan perilaku masyarakat dalam menangani sampah yang dihasilkan. Pada saat ini sebagian besar masyarakat di wilayah studi telah melakukan pemilahan antara sampah organik dan anorganik. Pemanfaatan sampah yang telah dilakukan oleh masyarakat tersebut seperti pemanfaatan sampah organik berupa sisa-sisa makanan dan sayuran sebagai bahan baku pembuatan kompos, pemanfaatan sampah kertas sebagai bahan baku pembuatan kertas daur ulang, pemanfaatan sampah plastik sebagai bahan kerajinan ibu-ibu rumah tangga, dan sebagainya. Dengan melihat segala kondisi yang ada, maka perlu ditingkatkan lagi kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pelaksanaan Mengurangi, Menggunakan kembali dan Mendaur ulang dalam pengelolaan sampah rumah tangga.