// <![CDATA[BANDUNG BARAT DYNAMIC FRESH MARKET]]> Muhamad Rachman Syamsudin / 21 . 2006 . 033 Dosen Pembimbing 1 Dwi Kustianingrum, Ir, MT Nurlaela Latifah ST, MT
Pasar adalah sebuah tempat manusia untuk mendapatkan barang-barang kebutuhan seharihari. Dahulu, kegiatan belanja yang terjadi di dalam pasar melibatkan pihak pembeli dengan pihak penjual secara langsung. Selain itu, pada transaksinya juga terdapat proses tawar menawar, dan barang-barang yang dijual cenderung tidak tahan lama. Hal itulah yang membuat kegiatan belanja di dalam pasar cukup memakan waktu lama dan manusia harus lebih sering berbelanja. Sedangkan, manusia saat ini dapat dibilang tidak mempunyai banyak waktu untuk kegiatan tersebut. Pasar tradisional karena tidak mampu merespon perkembangan zaman, kalah bersaing oleh pasar modern seperti swalayan dan ritel yang menyediakan fasilitas dan tingkat pelayanan kenyamanan yang lebih baik. Menurut survey AC Nielsen, pertumbuhan pasar modern (termasuk hypermarket, supermarket, supermall, minimarket, dll) sebesar 31,4 %, sedangkan pertumbuhan pasar tradisional minus 8,1 %. Keberadaan pasar modern ini mengakibatkan merosotnya jumlah pedagang tradisional secara signifikan. Penurunan omset para pedagang disebabkan oleh berkurangnya intensitas pengunjung pasar tradisional yang diakibatkan oleh kondisi pasar yang tidak nyaman serta perilaku para pedagang pasar dan pengunjung pasar yang kurang baik menyebabkan kondisi fisik pasar tidak layak. Tema perancangan yang mengangkat soal perilaku dalam ruang arsitektur diharapkan dapat memberikan suatu stimulus bagi pengunjung pasar dalam bentukan arsitektur yang dapat membantu mengarahkan pengunjung dan pedagang pasar dalam hal kenyamanan untuk pencapaian, sirkulasi, display, penempatan dan tata letak barang dagangan. Beberapa poin tersebut akan memudahkan pengunjung untuk kenyamanan ketika berbelanja dan memudahkan para pedagang untuk menjual barang dagangannya sehingga memberikan respon yang positif bagi keduanya. Pasar ini terbagi dua menjadi pasar tradisional dan pasar modern yang dipisahkan menjadi dua massa bangunan yang terpisah yang merupakan salah satu pendekatan dalam perilaku pengguna dimana pengguna dapat bebas menentukan destinasi tujuan belanjanya. Hal ini juga dapat membantu keringanan maintenance bangunan khususnya utilitas seperti menghindari kebocoran air dan udara yang berasal dari pasar basah. Selain itu juga dapat mencegah merambatnya kebakaran karena massa bangunan yang terpisah. Pasar ini diharapkan dapat mewujudkan suatu sistem yang lebih efisien dan efektif dalam kegiatan perdagangan di pasar, sehingga dapat menjadi fasilitas perdagangan yang potensial dan menguntungkan bagi masyarakat. Juga untuk mendukung program pemerintah dalam revitalisasi pasar tradisional.