// <![CDATA[STUDI ANALISIS INVENTORI EMISI PARAMETER UDARA TERHADAP MORTALITAS DAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN]]> Dian Ayu Nugraha - 252002037 Dosen Pembimbing 1 Prof. dr. Juli Soemirat,M.P.H, Ph.D. Mila Dirgawati, ST.
Berkembangnya industrialisasi dan aktivitas masyarakat telah mempengaruhi kualitas udara ambien di Kota Bandung. Hal tersebut disebabkan karena sejumlah parameter udara dari jenis primer dan sekunder semakin meningkat di udara ambien. Akibat kondisi tersebut, diperlukan penelitian kualitas udara secara lebih lanjut. Penelitian ini dimaksudkan mengevaluasi kontribusi dari inventori emisi parameter udara terhadap angka kematian kasar (AKK) dan prevalensi ISPA di tiga kawasan, dengan menggunakan metode analisis regresi berganda. Hasil perhitungan memperlihatkan bahwa: Kawasan pemukiman memiliki kontribusi: HC (6.72%), NOx (3.17%), PM10 (87.27%) dan CO (2.84%) terhadap angka kematian kasar, dan kontribusi : HC (3.020%), NOx (3.490%), PM10 (87.95%) dan CO (6.55%) terhadap prevalensi ISPA. Kawasan padat lalu lintas memiliki kontribusi : HC (15.91%), NOx (21.83%), PM10 (61.39%) dan CO (0.88%) terhadap angka kematian kasar, dan kontribusi : HC (11.7%), NOx (7.9%), PM10 (79.8%) dan CO (0.6%) terhadap prevalensi ISPA. Kawasan industri memiliki kontribusi : HC (37.01%), NOx (32.87%), PM10 (9.11%) dan CO (21.01%) terhadap angka kematian kasar, dan kontribusi : HK (38.4%), NOx (25.1%), PM10 (1.5%) dan CO (34.9%) terhadap prevalensi ISPA.