// <![CDATA[STUDI EVALUASI KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA AIR LIMBAH DOMESTIK DI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.]]> LIA CHRISTINA / 25.2002.023 / TL Dosen Pembimbing 1 Dr. Mumu Sutisna Ir. Etih Hartati, MT
Telah dilakukan penelitian mengenai studi evaluasi karakteristik fisik dan kimia air limbah domestik di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan suatu instalasi pengolahan untuk mengolah air limbah yang berasal dari kegiatan rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi karakteristik fisik dan kimia air limbah domestik di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam upaya mengelola limbah domestik, yaitu : penurunan kandungan Logam berat (Pb dan Hg), Zat organik, Detergent (Surfactant), Minyak dan lemak, pH, BOD, COD, TSS, dan melengkapi treatment yang telah ada saat ini agar instalasi pengolahan air buangan domestik dapat berfungsi lebih efektif dan efisien dalam rangka mengurangi beban pencemaran terhadap badan air penerima, yaitu sungai Bedog. Dari unit-unit pengolahan yang terdapat di IPAL domestik tersebut diambil lima titik sampling yaitu inlet (titik sampling I), bak pengendap pasir (titik sampling II), kolam fakultatif (titik sampling III), kolam pematangan (titik sampling IV), dan outlet (titik sampling V) dilakukan sebanyak tiga kali (triplo). Kemudian dilakukan pengukuran di laboratorium IPAL domestik Daerah Istimewa Yogyakarta, laboratorium Teknik Lingkungan ITENAS, laboratorium air Teknik Lingkungan ITB, balai pengembangan laboratorium kesehatan Dinas Kesehatan Pemerintah Propinsi Jawa Barat . Dari hasil penelitian terdapat tiga kondisi parameter yang dibandingkan dari inlet (titik sampling I) terhadap outlet (titik sampling V), yaitu : turun (parameter BOD, COD, TSS), tetap (parameter Pb,Hg), dan naik (parameter MBAS, Minyak dan Lemak, Zat Organik). Hasil penelitian tersebut kemudian dibandingkan dengan standar baku mutu yaitu Keputusan Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor : 214/KPTS/1991 Tentang Baku Mutu Lingkungan. Dari hasil laboratorium didapat bahwa parameter-parameter yang melebihi baku mutu adalah BOD, COD, Hg, MBAS, Minyak dan Lemak.