KANTOR BUPATI KABUPATEN BANDUNG BARAT
Arsitektur di Indonesia telah mengalami perjalanan yang panjang seiring berkembangnya jaman dan perilaku masyarakatnya. Kehidupan bergerak dan bergeser. Dalam hitungan tahun telah terjadi pergeseran dan perubahan pola tatanan kehidupan secara kontras di sejumlah negara berkembang termasuk Indonesia. Kehidupan agraris-tradisional bergeser ke industri modern. Hal demikian secara tidak langsung mengubah perilaku, dan cara pandang manusia terhadap lingkungan serta budaya aslinya di mana manusia tinggal dan melangsungkan hidupnya. (Green Architecture, Tri Harso Karyono, hal-1)
Bandung Barat merupakan sebuah daerah baru yang berkembang yang merupakan pemekaran wilayah Kabupaten Dati II Bandung. Kabupaten Bandung Barat memiliki daerah administratif yang cukup luas sehingga diperlukan sebuah pusat pemerintahan yang strategis. Hal ini bangunan pemerintahan yang sebagai fasilitas publik turut berkontribusi dalam kehidupan lingkungan kota, yang merupakan salah satu elemen pembentuk fisik kota setempat. Bangunan pemerintahan akan menjadi ikon dan pembentuk karakter kota; karena arsitektur selaku cermin sikap hidup. Berdasar fenomena ini bangunan pemerintahan yang akan diproyeksikan menjadi ikon (icon) baik dalam skala lingkungan maupun dalam skala nasional, diupayakan memiliki nilai kearifan lokal setempat sebagai identitas kota dan menjadi contoh pembangunan bagi masyarakat luas.
Tema yang diterapkan adalah “local wisdom in contemporary architecture” yaitu berupa pendekatan kearifan lokal arsitektur sunda mencakup aspek bentuk dan aspek makna dari arsitektur tersebut. Dari pendekatan kearifan lokal tersebut perancangan kantor pemerintahan dikemas lebih modern seiring dengan perkembangan jaman dan konteks masa kini -kontemporer.
Proses perancangan proyek ini diawali dengan melakukan studi literatur untuk mendapatkan pemahaman awal berkaitan dengan perancangan bangunan komersial maupun mengenai tema, observasi lapangan untuk mempelajari kondisi dan potensi tapak beserta lingkungannya, dan studi banding untuk mencari bahan perbandingan baik terhadap proyek maupun tema sejenis. Kemudian data-data tersebut diolah sehingga didapatkan hasil analisis kondisi tapak, studi kebutuhan ruang dan aktivitas yang akan terjadi di dalam maupun luar bangunan. Konsep perancangan dirumuskan berdasarkan tema yang dipilih dan mengacu pada hasil analisis dan studi sebelumnya. Konsep perancangan yang dituangkan kepada desain tidak hanya mengenai konsep bentuk. Filosofi yang terkandung dari apa yang ada dalam rumah tradisional kembali mengingatkan kita akan pentingnya melestarikan alam. Hal ini terkait dengan segala isu yang berkembang di dunia arsitektur mengenai konsep rancangan yang ramah lingkungan (green architecture, sustainable development, dll). Aplikasi konsep perancangan menjadi penyelesaian terhadap berbagai permasalahan perancangan yang mungkin timbul pada bangunan ini.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2012).KANTOR BUPATI KABUPATEN BANDUNG BARAT ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.KANTOR BUPATI KABUPATEN BANDUNG BARAT ().Arsitektur:FTSP,2012.Text
MLA Style
.KANTOR BUPATI KABUPATEN BANDUNG BARAT ().Arsitektur:FTSP,2012.Text
Turabian Style
.KANTOR BUPATI KABUPATEN BANDUNG BARAT ().Arsitektur:FTSP,2012.Text