// <![CDATA[UJI TOKSITAS INSEKTISIDA KLORPIRIFOS TERHADAP IKAN NILA ( OREOCHROMIS NILOTICUS )]]> MARRYANA PANE / 25.2003.026 / TL Dosen Pembimbing 1 Prof. dr. Juli Soemirat, MPH., Ph.D Putu F. Kurniawan, S.T., M.T)
Peningkatan kebutuhan akan pangan mendasari peningkatan pemakaian insektisida. Dengan penggunaan insektisida maka bahan pangan dapat diselamatkan dan kuantitasnya dapat dikendalikan. Namun disamping kegunaannya, insektisida pun memberikan dampak negatif terhadap lingkungan, manusia dan kehidupan organisme akuatik seperti ikan. Ikan yang berada pada tingkat trofis ketiga dalam lingkungan akuatik dapat terpengaruh oleh adanya insektisida dalam perairan. Pengaruh tersebut dapat berupa perubahan perilaku ikan ataupun kematian ikan dalam jumlah besar. Oleh sebab itu, dilakukanlah suatu uji toksisitas guna mencari nilai LC50 (Lethal Concentration50) insektisida klorpirifos terhadap ikan nila. LC50 merupakan konsentrasi yang dapat mematikan 50 % populasi hewan uji. Tujuannya adalah memperoleh suatu nilai yang aman bagi lingkungan akuatik. Metode pengukuran adalah static bioassay yang dilakukan selama 96 jam. Tahap pengukuran diawali dengan uji pendahuluan kemudian uji penentuan sebagai data yang kemudian akan diolah dengan metode regresi linier dan probit. Selama penelitian dilakukan pengukuran terhadap kualitas air dan pengamatan kematian (mortalitas) ikan pada 0, 3, 6, 9, 24, 48, 72 dan 96 jam. LC50 yang diperoleh dari hasil penelitian melalui metode regresi linier adalah 5,99 x 10-3 mg/L, sedangkan melalui metode probit adalah 7,0 x 10-3 mg/L. Tinginya nilai LC50 tersebut menyebabkan klorpirifos termasuk dalam kategori super toksik menurut klasifikasi US Fish and Wildlife Series.