// <![CDATA[EFEKTIVITAS BIOFLOKULAN MORINGA OLEIFERA LAM DALAM MEMPERBAIKI KUALITAS FISIKA KIMIA AIR LIMBAH INDUSTRI KECIL.]]> APRIATMA ANNUR MEZI / 25.2003.020 / TL Penulis
Industri tekstil Majalaya memproduksi kain sarung dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik. Air limbah yang dihasilkan dari proses produksi industri tekstil ini hanya ditampung dalam bak penampungan akhir yang kemudian dibuang ke badan air penerima. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pengolahan air limbah terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air penerima. Pengolahan air limbah yang dilakukan adalah pengolahan kimia melalui proses kaogulasi flokulasi dengan koagulan berupa biji Moringa oleifera dan PAC. Kandungan asam amino yang terionisasi menjadikan Moringa berperan sebagai pengikat partikel koloid dalam air limbah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas bioflokulan Moringa oleifera dalam memperbaiki kualitas fisika kimia air limbah industri tekstil dengan pembanding PAC. Penelitian dilakukan dalam 3 (tiga) bagian, yaitu uji hayati, uji pendahuluan dan uji pengolahan sampel. Uji pengolahan sampel air limbah dilakukan dengan variasi konsentrasi bioflokulan 0 ppm, 9500 ppm, 10000 ppm, 10500 ppm, 11000 ppm, 11500 ppm dan 12000 ppm. Parameter yang diamati meliputi warna, kekeruhan, pH, TSS, BOD, COD, fenol total, krom total, ammonia total, sulfida serta minyak dan lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioflokulan Moringa oleifera dapat memperbaiki kualitas air limbah industri tekstil. Dosis optimum bioflokulan (10000 ppm) berturut-turut menurunkan konsentrasi warna, kekeruhan, TSS, BOD, dan COD sebesar 99,5%, 99,6%, 97,4%, 87,2%, 83,9%, dan menurunkan konsentrasi krom total, ammonia total, sulfida, minyak dan lemak sebesar 98,2%, 93,8%, 100% dan 50%. Air limbah yang sudah diolah dengan bioflokulan masih belum memenuhi Peraturan SK Gubernur Jawa Barat No.6/ 1999 tentang BMLC (Baku Mutu Limbah Cair) bagi Kegiatan Industri untuk parameter pH, BOD dan COD.